Aplikasi Konsep Tekanan pada Makhluk Hidup

Posted on

Tekanan pada Makhluk Hidup – Tumbuhan tidak mempunyai mekanisme pemompaan cairan seperti pada jantung manusia. Lalu, bagaimana sistem pemompaan cairan pada tumbuhan?

Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, ayo disimak pejelasan berikut!

Tekanan pada Makhluk Hidup

Konsep Tekanan pada Tumbuhan

Pada pokok bahasan kali ini akan dibahas tentang tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan osmosis, dan kapilaritas jaringan pegangkut pada tumbuhan.

Pengangkutan Air pada Tumbuhan

Air bisa masuk ke sel epidermis melalui osmosis. Osmosis terjadi karena perbedaan konsentrasi air. Tekanan osmotik adalah pergerakan molekul pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel.

Membran semipermeabel berfungsi untuk mengatur pergerakan atau masuknya zat di dalam dan di luar sel.

Air yang masuk ke sel epidermis masuk ke korteks, endodermis dan perisikel.  Di Perisikel, air memasuki jaringan xilem akar. Selain itu, air bergerak menuju xilem pada batang dan daun.

Pengangkutan Nutrisi pada Tumbuhan

Nutrisi tanaman dapat diperoleh dari fotosintesis: gula dan asam amino. Unsur hara tanaman dibawa dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan melalui jaringan floem.

Floem membawa produk fotosintesis dari sumber fotosintesis. Fotosintesis tumbuhan dapat terjadi pada bagian tumbuhan yang mengandung klorofil, terutama daun.

Pengangkutan produk fotosintesis terjadi dari daerah dengan kadar gula tinggi ke daerah dengan kadar gula rendah.

Kapilaritas Batang pada Tumbuhan

Kekuatan kapiler batang memungkinkan air berpindah dari akar ke bagian tanaman lain yang lebih tinggi. Prinsip kerja daya kapiler sama dengan prinsip kerja pipa kapiler.

Bentuk pipa kapiler hampir sama dengan sedotan berdiameter sangat kecil. Ketika salah satu ujung pipa kapiler dimasukkan ke dalam air, air diserap oleh pipa kapiler, dan posisi air di pipa kapiler lebih tinggi dari posisi air di luar pipa kapiler.

Mirip dengan kapilaritas batang, ketika air masuk ke batang tanaman, lokasi air batang lebih tinggi dari pada air di tanah.

Faktor yang mempengaruhi daya akpilaritas batang pada tumbuhan, antara lain sebagai berikut.

1. Kohesi

Kohesi adalah kecenderungan suatu molekul untuk mengikat molekul lain yang sejenis. Kohesi menyebabkan ikatan antara satu molekul air dengan molekul air lainnya dan menyebabkan gaya tarik-menarik molekul air dalam jaringan xilem.

2. Adhesi

Adhesi adalah kecenderungan molekul untuk berikatan dengan molekul lain yang tidak identik. Adhesi menciptakan ikatan lemah antara molekul air dan dinding pembuluh.

3. Daya isap daun

Daya isap daun menyerap air dari xilem oleh daun, memungkinkan air naik ke daun. Air digunakan untuk proses fotosentesis pada daun. Daunnya juga menggunakan air untuk proses penguapan (transpirasi).

Konsep Tekanan pada Manusia

Penerapan konsep tekanan pada makhluk hidup khususnya pada kehidupan manusia antara lain: tekanan Sarah pada proses sirkulasi daráh dan tekanan gas pada proses pernapasan manusia.

Tekanan Darah pada Proses Sirkulasi Darah Manusia

Tekanan yang diberikan pada pembuluh darah manusia termasuk tekanan yang terdapat di tempat tertutup dengan prinsip operasi yang sama dengan hukum Pascal.

Saat jantung berkontraksi dan memompa darah, darah mengalami tekanan yang sama, menyebabkan darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh yang tertutup.

Tekanan yang dialami darah di arteri adalah saat darah dipompa oleh jantung ke seluruh bagian tubuh. Tekanan darah berubah secara alami dalam kehidupan seseorang.

Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah spigmomanometer (tensimeter). Tekanan darah diukur di aorta (pembuluh nadi besar) dan biasanya dilakukan di lengan atas. Tekanan darah merupakan faktor dalam pembentukan detak jantung.

Tekanan darah dapat berubah sewaktu-waktu dalam kisaran nilai tertentu tergantung pada posisi, aktivitas, dan kondisi fisik Anda. Waktu terbaik untuk mengukur tekanan darah Anda adalah saat Anda beristirahat, duduk atau berbaring.

Tekanan darah normal sekitar 120/80 mmHg. Digit pertama menunjukkan tekanan darah sistolik Anda.

Tekanan sistolik adalah tekanan yang terjadi saat bilik jantung berkontraksi, menyebabkan darah masuk ke bilik jantung dan mendorongnya keluar dari bilik jantung agar darah rileks.

Tekanan Gas pada Proses Pernapasan Manusia

Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi di alveoli. Pertukaran gas terjadi melalui difusi. Difusi adalah proses pemindahan zat terlarut dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah.

Selain itu, terjadi difusi dari daerah bertekanan parsial tinggi ke daerah bertekanan rendah. Tekanan parsial adalah tekanan yang diberikan oleh gas akibat pencampuran gas-gas ini.

Ketika gas menyebar di alveoli bersama dengan kapiler, kapiler darah dalam darah dioksida rendah. Darah dengan tekanan gas oksigen tinggi merupakan darah kaya oksigen. Darah, yang mengandung banyak oksigen, dipompa melalui jantung dan disebarkan ke seluruh tubuh.

Ketika gas alveolus berdifusi dengan jaringan tubuh, tekanan karbondioksida dalam jaringan tubuh lebih rendah daripada tekanan gas karbondioksida dalam darah.

Tingginya tekanan gas karbondioksida di dalam darah menandakan bahwa darah mengandung banyak karbondioksida. Darah, yang mengandung banyak karbondioksida, dipompa dari jantung ke paru-paru.

Darah yang masuk ke paru-paru melalui arteri pulmonalis memiliki tekanan oksigen yang lebih rendah dan tekanan karbon dioksida yang lebih tinggi daripada udara yang ada di alveolus.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai aplikasi konsep tekanan pada makhluk hidup, semoga ada manfaatnya.

Baca Juaga: