Asam, Basa dan Garam | IPA Kelas VII

Posted on

Asam, Basa dan Garam – Apakah sahabat semua pernah makan mangga yang rasanya asam? Bagaimana sahabat edmodo.co.id mengidentifikasi sifat asam dan basa? Nah, simak penjelasan berikut ini!

Teknologi baru umumnya menimbulkan masalah. Saat kertas berbahan rami atau katun diganti dengan kertas berbahan serat kayu, umumnya umurnya pendek. Kertas yang terbuat dari serat kayu bereaksi secara kimiawi terhadap panas atau kelembapan membentuk asam.

Asam memecah serat kayu di atas kertas. Jika asam tidak dinetralkan, kertas hanya akan bertahan sekitar 50 tahun.

Berbagai teknologi telah dikembangkan untuk menetralkan asam. Salah satunya cara untuk melakukannya adalah dengan menyemprot buku dengan gas dietilseng (DEZ).

DEZ merupakan bahan yang mudah meledak dan membuat prosesnya secara teknis sulit dilakukan. Pabrik baru-baru ini mulai memproduksi kertas bersifat basa.

Asam-Basa-Garam

Sifat Asam

Buah yang masih muda umumnya memiliki rasa yang asam. Faktanya, rasa asam pada buah ini disebabkan oleh bahan kimia yang dikandungnya, yang biasa dikenal dengan asam.

Dari sudut pandang kimiawi, asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen (H+) dalam air. Asam terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion asam yang tersisa, yang bermuatan negatif. Beberapa asam yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari tercantum dalam tabel berikut:

NoNama AsamTerdapat dalam
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Asam asetat
Asam askorbat
Asam sitrat
Asam borat
Asam karbonat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam fosfat
Asam sulfat
Asam tatrat
Asam malat
Asam formiat
Asam laktat
Asam benzoat
Larutan cuka
Jeruk, tomat, sayuran
Jeruk
Larutan pencuci mata
Minuman berkabonasi
Asam lambung, oba tetes mata,
Pupuk, peledak (TNT)
Deterjen, pupuk
Baterai mobil, pupuk
Anggur
Apel
Sengatan lebah
Keju
Bahan pengawet

Sifat Basa

Basa adalah zat kimia yang dapat menghasilkan ion hidroksida (OH) dalam air. Ion hidroksida dapat dibentuk karena senyawa hidroksida dalam air dapat mengikat elektron. Basa dapat menetralkan asam (H+) dengan pembentukan air (H2O). Sabun adalah salah satu bersifat basa.

No.Nama BasaTerdapat dalam
1.
2.
3.
4.
Aluminium hidroksida
Kalsium hidroksida
Magnesium hidroksida
Natrium hidroksida
Deodoran, antasid
Mortar dan plester
Obat urus-urus, antasid
Bahan sabun

Sifat asam berbeda dengan sifat basa suatu zat. Perbedaan sifat asam dan basa dapat dilihat pada tabel berikut:

No.AsamBasa
1.Senyawa asam bersifat korosif.Senyawa basa bersifat merusak kulit (kaustik).
2.Sebagian besar reaksi dengan logam menghasilkan H2Terasa licin di tangan, seperti sabun
3.Senyawa asam memiliki rasa asamSenyawa basa terasa pahit
4.Dapat mengubah warna zat yang dimiliki oleh zat lain (dapat dijadikan indikator asam atau basa).Dapat mengubah warna zat lain, (warna yang dihasilkan berbeda dengan asam)
5.Menghasilkan ion H+ dalam airMenghasilkan ion OH dalam air

Sifat Garam

Garam merupakan senyawa yang dihasilkan dari reaksi asam dan basa. Ada beberapa contoh garam, diantaranya: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2 dan lain-lain.

Dalam kehidupan sehari-hari anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan garam, contohnya garam dapur. Garam dapur adalah (NaCl) yang biasa digunakan dalam masakan.

Tahukah Anda dari mana asalnya garam dapur? Garam dapur bisa didapat dari air laut. petani garam melakukannya melalui penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diolah dengan iodinasi (garam kalium, Kl) untuk mendapatkan garam yodium.

Garam dapur juga bisa diperoleh dengan mencampurkan asam dan basa. Karena? Asam bereaksi dengan basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa.

Reaksi antara asam dan basa disebut reaksi netralisasi. Misalnya, asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (alkali) membentuk garam dapur dan air. Saat Anda menggunakan proses penguapan, air menguap dan garam tetap ada.

Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam antara lain:

  • Asam + basa menghasilkan garam + air
  • Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
  • Asam +oksida basa menghasilkan garam + air
  • Oksida asam + oksida basa menghasilkan garan
  • Logam + asam menghasilkan garam + H2

Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Berdasarkan sifat asam dan basa, larutan dibedakan menjadi tiga kelompok: asam, basa dan netral. Sifat-sifat larutan tersebut dapat ditampilkan dengan menggunakan indikator asam basa yaitu zat warna yang menghasilkan warna berbeda pada larutan asam dan basa.

Untuk menentukan senyawa mana yang bersifat asam, basa, atau netral menggunakan kertas lakmus, larutan indikator, atau larutan alami. Misalnya, lakmus merah dan biru. Berikut ini ringkasan jenis indikator asam basa dalam larutan asam, basa dan netral.

No.IndikatorLarutan asamLarutan basaLarutan netral
1.Lakmus Merah (LM)MerahBiru Merah
2.Lakmus Biru (LB)MerahBiruBiru
3.Metil Merah (MM)MerahKuningKuning
4.Metil Jingga (MO)MerahKuningKuning
5.Fenolftalin (PP)Tidak berwarnaMerahTidak berwarna

Selain menggunakan indikator buatan, indikator alam juga digunakan untuk mengelompokkan bahan di lingkungan berdasarkan konsep asam, basa dan garam.

Indikator alam seperti: kembang sepatu, kunyit, kulit manggis, kol ungu atau bunga berwarna lainnya. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.

Perhatikan tabel di basah ini, warna ekstra kubis unga dalam larutan asam, basa, dan netral.

No.Sifat LarutanWarna Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Asam kuat
Asam menengah
Asam lemah
Netral
Basa lemah
Basa menengah
Basa kuat
Merah tua
Merah
Merah Keunguan
Ungu
Biru kehijauan
Hijau
Kuning

Sifat asam diketahui dari perubahan warna indikator buatan dan indikator alam menjadi warna kemerahan, sedangkan sifat basa ditunjukkan dengan perubahan warna indikator buatan dan indikator alam menjadi warna kebiruan atau kehijauan.

Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan

Secara umum, semua asam dan basa memiliki sifat tertentu. Misalnya, ada beberapa asam yang aman untuk obat tetes mata dan untuk diminum, tapi ada juga asam yang bisa merusak jaringan kulit dan logam.

Semua basa juga memiliki karakteristik khusus. Misalnya menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi dan menghilangkan bau mulut. Natrium hidroksida digunakan untuk membersihkan selokan dan berbahaya jika bersentuhan dengan kulit.

Banyaknya ion H+ dalam air digunakan untuk menentukan jenis keasaman atau kebasaan suatu zat. Semakin asam zatnya, semakin banyak ion H+ yang ada di dalam air.

Semakin tinggi kebasaan suatu zat, semakin banyak ion H yang ada di dalam air. Indikator universal dapat digunakan untuk menentukan nilai pH dan pOH, yang dapat menampilkan warna yang berbeda untuk setiap nilai pH.

Indikator universal dilengkapi dengan piringan berwarna, sehingga warna dan produk reaksi dapat ditentukan dengan mencocokkan warnanya. Selain itu, pengukur pH dapat digunakan untuk menentukan keasaman atau kebasaan suatu zat.

Indikator universal merupakan campuran dari berbagai indikator asam dan basa yang dapat berubah warna untuk setiap satuan pH. Terdapat dua macam indikator universal yang digunakan, yaitu berupa larutan dan kertas. 

Jenis indikator universal larutan menghasilkan warna yang berbeda jika ditempatkan dalam larutan asam, basa, atau garam dengan nilai pH berbeda.

pHWarna Indikator Universal
≤ 3
4
5
6
7
8
9
≥10
Merah
Merah Jingga
Jingga
Kuning
Hijau kekuningan
Biru Kehijauan
Biru
Ungu

Jika Anda menggunakan indikator universal berupa kertas untuk menentukan jenis asam, basa atau garam, Anda bisa mencelupkan kertas tersebut ke dalam larutan yang pH-nya ingin ditentukan.

Warna yang ditampilkan kemudian dibandingkan dengan cakram (disk) warna standar yang disertakan dalam paket indikator. Larutan netral jika pH = 7, larutan bersifat asam jika pH <7 dan larutan bersifat basa jika pH> 7.

Demikianlah penjelasan singkat materi IPA kelas VII mengenai Asam, Basa dan Garam. Semoga ada manfaatnya…

Baca Juga: