Beriman Pada Hari Akhir (Kiamat)

Posted on

Beriman Pada Hari Akhir (Kiamat) – Halo… sahabat edmodo, kali ini kita akan membahas mengenai beriman pada hari akhir di mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Yuk! kita simak penjelasan di bawah ini. 

Beriman kepada hari akhir

Pengertian Iman pada Hari Akhir

Hari akhir artinya hari akhir dari kehidupan di alam dunia yang disebut juga dengan hari kiamat artinya hari kebangkitan.  Disebut hari kiamat  karena kehancuram alam semesta benar-benar  akan terjadi dan setelah itu manusia akan dibangkitkan kembali dari kuburnya untuk menjalani kehidupan baru di alam akhirat.

 Iman kepada hari akhir artinya mengimani semua yang diberitakan Allah dan Rasul-Nya tentang segala kejadian setelah kematian, seperti: nikmat dan siksa kubur, kebangkitan,  mahsyar,  pengadilan ( mahkamah) Allah,  titian sirat,  surga dengan segala bentuk nikmat-Nya, neraka dengan segala bentuk siksa-Nya.

Iman pada hari akhir merupakan rukun iman ke 6 yang wajib diyakini. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “ Jibril berkata:  kabarkanlah kepadaku tentang iman!  Nabi menjawab, Engkau Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir,  dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.” (HR. Muslim no. 8)

Tanda-Tanda dan Kejadian Hari AKhir

Berdasarkan hadis yang sahih, tanda-tanda hari kiamat itu sangat banyak. Semua itu bisa digolongkan menjadi tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar seperti berikut ini:

Tanda-tanda Kecil Menjelang Hari Kiamat

  1.  Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah
  2.  Kebodohan  tentang agama merajalela
  3.  Banyak terjadi gempa bumi
  4.   Waktu terasa pendek
  5.  Pembunuhan terjadi di mana-mana
  6.  Perzinaan menjadi perkara  lumrah
  7.   Jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki
  8.   Hilang  sifat  amanah

Tanda-tanda Besar Menjelang Hari Kiamat

  1. Datang Al Mahdi (Nama lengkap Muhammad bin Abdullah)  akan memimpin umat Islam. Dia keturunan nabi Muhammad SAW dari jalur Fatimah.
  2. Datang Dajjal yang akan memimpin pasukan sekutu orang-orang kafir. Salah satu cirinya adalah bermata satu.
  3. Allah menurunkan Nabi Isa AS. ke dunia dan berhasil membunuh dajjal.
  4. Datangnya pasukan Ya’juj  dan Ma’jud,  lalu Allah melenyapkan mereka.
  5. Berhembus angin sepoi-sepoi yang akan menerpa seluruh umat Islam di seluruh dunia sehingga Allah mewafatkan mereka semua.
  6. Matahari terbit dari arah barat dan tenggelam dari arah timur.
  7. Keluar Dabbah,  yaitu hewan melata yang akan keluar dari bumi dan bisa berbicara.

Kejadian Hari Kiamat

Hari kiamat akan terjadi secara menggemparkan. Hari itu diawali dengan ditiupnya sangkakala pertama oleh malaikat Israfil.  Suara memekik di telinga,  lalu langit dan bumi dengan seluruh isinya hancur lebur.

Israfil meniupkan terompet kedua kalinya. setelah  itu, langsung seluruh manusia dari nabi Adam hingga generasi akhir zaman dihidupkan kembali. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perkara yang mereka lakukan selama hidup di dunia.

Tahapan-Tahapan Hari Kiamat

Di bawah ini adalah tahapan-tahapan perjalanan hari   kiamat.

Alam Kubur (Alam Barzakh)

Sebagian besar manusia telah wafat sebelum datang hari kiamat dan mereka telah dikuburkan. Oleh sebab itu,  alam kubur atau alam barzakh merupakan tahapan pertama hari akhir. Rasulullah SAW. bersabda:

“Seusngguhnya kuburmerupakan tahapan pertama hari akhir. JIka seseorang selamat di dalam kubur, tahapan selanjutnya akan lebih mudah dijalani” (HR.Tirmidzi, 9/82).

Jika di alam kuburnya mendapatkan siksa, pada tahapan selanjutnya akan lebih sulit.

Hal itu, dikarenakan setiap manusia yang berada di alam kubur akan didatangi oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Mereka akan ditanya tentang 3 perkara, yaitu: Siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya.

Orang berian akan menjawan: Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan nabiku Muhammad SAW, sedangkan orang yang bukan muslim tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Orang yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya akan selamat di dalam kubur dan kelak di hari kiamat akan mendapatkan surga.

Sebaliknya, orang yang tidak mampu menjawab akan mendapatkan siksa kubur hingga hari kiamat dan kelak akan dimasukan ke dalam neraka.

Hari Kebangkitan (Yaumul Ba’ts)

Hari kebangkitan adalah hari ketika manusia aka dibangkitkan dari alam kubur. Hal itu terjadi setelah tiupan kedua sangkakala Malaikat Israfil. Firman Allah SWT:

“Ditiupkan sangkakala. Maka, matilah setiap yang ada di langit dan di bumi, kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian, ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua kalinua), tiba-tiba mereka bangun untuk menunggu (keputusan Allah untuk masing-masing).” (Az-Zumar [39]:69).

Padang Mahsyar

Setelah dibangkitkan dari kubur, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam keadaan seperti ketika dilahirkan, yaitu tidak bersandal, telanjang, dan tidak dihitan.

Pada saat itu jarak kepala manusia dengan matahari sangat dekat sehingga keringat sebagian orang ada yang sampai mata kaki, lutut, pinggang, dan ada yang sampai mulutnya. Namun, ada juga orang yang nyaman berlindung di bawah arasy Allah.

Mahkamah (Pengadilan) Allah

Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Orang beriman dan banyak beramal saleh akan diadili dengan mudah (hisaban yasira).

Setelah itu, dia akan diberikan kitab catatan amalnya dari sebelah kanan sebagai tanda akan selamat dari azab Allah. Sementara itu manusia yang ada di dunia banyak melakukan dosa akan diadili dengan berat.

Setelah perhitungan amal selesai, kitab catatan amalnya akan di berikan dari belakang sebagai tanda akan mendapatkan azab Allah.

Titian Sirat

Setelah menjalani proses pengadilan, manusia akan melewati titian sirat, yakni jembatan sangat tipis yang terbentang di atas neraka. Sulit atau tidaknya meniti titian ini tergantung pada amal-amalnya di dunia.

Ada manusia melewatinya secepat kilat, secepat angin, tertatih-tatih, dan ada pula yang merayap. Orang yang mendapatkan catatan amalnya dari arah kanan akan sampai di surga, sedangkan orang yang mendapatkan catatan amalnya dari belakang akan jatuh ke dalam neraka.

Surga dan Neraka

Manusia yang beriman yang amal salehnya lebih banyak dari pada dosa-dosanya atau dosa-dosanya diampuni Allah SWT., akan dimasukkan ke dalam surga dan kekal di dalamnya.

Sebaliknya, orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Namun, orang yang beriman yang dosanya lebih banyak dari pada amal salehnya dan doanya tidak diampuni Allah, dia akan dimasukkan ke dalam neraka. Setalah menjalani siksanya di dalam neraka, dia akan di masukkan ke dalam surga dan kekal di dalamnya untuk selam-lamanya.

Jalan Menuju Surga

Setiap manusia tentunya mendambakan surga, tapi tahukah kamu jalan menuju surga?

Rasulullah SAW Bersabda:

Artinya: Nu’man bin Qaufal mendatangi nabi Muhammad SAW. dan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku melaksanakan salat sahib, meninggalkan perkara yang haram, dan melakukan perkara yang halal, apakah Aku akan masuk surga?” Nabi Muhammad SAW. bersabda, “Ya”. (HR. Muslim no. 15)

Menurut hadis di atas, perkara yang akan membuat seseorang masuk ke dalam surga adalah kepatuhan pada hukum-hukum Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Beberapa perkara itu adalah sebegai berikut.

Kita harus menjaga salat wajib lima waktu sehingga dilaksankan pada waktunya dan dengan cara sebaik-baiknya. Salat lima waktu merupakan contoh ibadah wajib. Ibadah lain seperti puasa di bulan Ramadan, mengeluarkan zakat, dan melaksanakan ibadah haji jika mempu, merupakan yang harus dijaga.

Kita harus meninggalkan semua perkara yang diharamkan oleh Allah SWT. dan Rasul-Nya, serta hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang boleh dilakukan (mubah) atau memakan dan meminum sesuatu yang halal dikonsumsi.

Rendah Hati Sebagai Himah Iman Pada Hari Akhir

Diantara hikmah beriman pada hari akhir adalah memiliki kerendahan hati (tawaduk) kepada Allah dan di hadapan manusia. Kerendahan hati itu diwujudkan dalam beberapa hal sebagai berikut.

Kita harus menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan negeri akhirat adalah tempat tinggalnya yang kekal. Oleh sebab itu, orang yang beriman pada hari akhir akan mendahulukan kepentingan akhirat dari pada kepentingan dunia.

Kita harus menyadari bahwa tidak ada yang si-sia di dalam kehidupan ini. Kebaikan sekecil apa pun akan dibalas dengan pahala di surga dan keburukan sekecil apa pun akan dibalas dengan siksa di dalam neraka.

Oleh sebab itu, orang yang beriman pada hari akhir akan berusaha untuk melakukan amal-amal saleh agar mendapatkan kenikmatan di dalam surga dan terhindar dari azab di dalam neraka.

Firman Allah SWT:

Artinya: “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” (Al-Zalzalah [99]:7-8)

Akhlak Orang Yang Beriman Pada Hari Akhir

Di bawah ini adalah beberapa perilaku yang harus ditumbuhkan sebagai bukti bahwa kamu beriman pada hari akhir.

1. Kita harus menjalani kehidupan dengan positif dan optimis.
Hidup positif artinya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan bermanfaat. Kehidupan seperti ini akan terjadi karena dia yakin bahwa kebaikan sekecil apapun akan dibalas dengan pahala di dalam surga.

Hidup optimis artinya menyikapi semua yang dialaminya dengan sikap penuh harapan sehingga sesuatu yang sebenarnya pahit dan sulit akan disikapi dengan kesabaran. Kita akan menjadikan kesulitan dalam hidup sebagai ladang amal yang pahalanya akan dipetik kelak di akhirat.

2. Kita harus taat kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya dengan menajalankan segala perintah, seperti salat, puasa, zakat, dan lain sebaginya. Kita juga akan taat kepada Allah SWT. dengan meninggalkan semua perkara yang dilarang-Nya.

3. Kita harus meneladani perjalanan hidup Rasullah SAW., baik dalam beribadah kedapa Allah SWT. maupun dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Orang yang beriman percaya bahwa Rasulullah SAW. telah mencontohkan segala amal kebaikan yang bisa menyelamatkannya dari azab Allah SWT. kelak di akhirat.

4. Kita harus mempelajari ilmu agama Islam dengan baik sehingga mengetahui perkara-perkara yang diwajibkan, disunahkan, dibolehkan, dimakruhkan, dan diharamkan.

Orang yang tidak belajar hukum-hukum agama akan mudah melakukan perkara yang diharamkan atau meninggalkan perkara yang diwajibkan, tanpa menyadari bahwa semua itu akan membuatnya mendapatkan azab Allah SWT. Kebodohan terhadap hukum agama juga akan membuatnya menagbaikab perkara yang sunah sehingga akan membuatnya jauh dari keutamaan.

5. Kita harus berakhlak mulia dalam berhubungan dengan sesama manusia kearena menyakini bahwa akhlak mulia akan mengantarkannya ke dalam surga, sedangkan akhlak yang tercela akan menghatarkannya ke dalam neraka.

Demikianlah penjelasan mengenai iman pada hari akhir (kiamat). Semoga bermanfaat.

Baca Juga: