Haji dan Umroh

Posted on

Haji dan Umroh – Setiap muslim pasti mempunyai cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dan umroh. Biaya yang mahal tidak membuat orang-orang yang miskin kehilangan nyali untuk memperjuangkan cita-cita itu.

Keinginan dan perjuangan setiap muslim untuk menunaikan ibdah haji merupakan bagian dari keagungan ibadah haji dalam Islam.

Dahulu, setelah Nabi Ibrahin as. selesai mempebaharui bangunan Ka’bah (Baitullah), Allah SWT memerintahkannya untuk mengudang umat manusia untuk beribadah haji. Nabi Ibrahim pun naik ke sebuah bukit dan menyampaikan panggilan itu. Allah SWT. berfirman:

Serulah manusia untuk mengerjakan haji! Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta. Mereka akan datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Al-Hajj [22]:27).

Haji dan Umroh

Pengertian dan Hukum Haji

Haji dalam bahasa Arab artinya menyengaja atau menuju. Sedangkan menurut istilah, haji adalah sengaja mendatangi Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan tata cara yang sudah ditentukan dan dilaksanakan pada waktu tertentu, menurut syarat-syarat yang ditentukan dan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Para ulama sepakat, hukum melaksanakan ibadah haji adalah wajib bagi orang yang mampu untuk melaksanakannya. Rasulullah SAW. bersabda:

Artinya: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu.” (HR. Muslim, 1/8).

Ibadah Haji

Keutamaan Ibadah Haji

Ibadah haji memiliki keutaman yang sangat agung, adapun keutamaan ibadah haji antara lain: merupakan amal ibadah yang paling utama, termasuk jihad di jalan Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa, haji mabrur mendapatkan balasan surga, orang yang sedang menjalankan ibadah haji merupakan tamu Allah SWT.

Ketentuan-Ketentuan Ibadah Haji

Ketentuan-ketentuan ibadah haji mencakup syarat-syarat haji, rukun-rukun haji dan wajib haji.

Syarat-syarat Wajib Haji atau Umroh

Syarat-syarat yang wajib terpenuhi baik dalam melaksanakan ibadah haji atau umroh, yaitu: muslim, baligh, berakal, merdeka (bukan hamba sahaya), memiliki kemampuan baik fisik maupun harta dan keamanan dalam perjalanan.

Rukun Haji

Rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan di dalam ibadah haji sehingga jika tidak dilakukan, haji tidak sah. Hal-hal yang termasuk dalam rukun haji adalah:

  • Ihram, yaitu niat untuk melaksanakan rangkaian ibadah (manasik) haji
  • Wukuf di Arafah, yaitu berada di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah di antara waktu zuhur hingga terbenam matahari.
  • Tawaf ifadhah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran setelah wukuf di Arafah dan melempar jumrah di Mina.
  • Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kevil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali (dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali dan dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali lagi).

Wajib Haji

Wajib haji adalah amalan yang harus dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji sehingga, jika ditinggalkan, ibadah hajinya tetap sah, tetapi harus membayar dam (denda).

Hal-hal yang termasuk dalam wajib haji adalah:

  • Ihram dari miqat. Miqat artinya batas waktu dan tempat untuk pelaksanaan ibadah haji. Batas waktu (miqat zamani), yaitu boleh berihram untuk haji sejak dari bulan Syawal, Zulkaidah hingga 9 hari pertama bulan Zulhijah. Sementara itu, batas tempat (miqat makani), yaitu Bir Ali bagi jamaah dari Madinah, Yalamlam bagi yang datang dari arah Yaman (termasuk Indonesia), Yanbu (dulu Rabig) dan Zatu Irqin bagi yang datang dari arah lain.
  • Mabit (bermalam) di Muzdalifah, cukup dengan berada beberapa saat di Muzdalifah setelah melewati tengah malam.
  • Melempar jumrah, yaitu melempar jumrah kubra pada hari tanggal 10, serta melempar jumrah kubra, wustha, dan sugra pada hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijah).
  • Tahalul, yaitu bercukur atau memendekkan rambut kepala.
  • Mabit (bermalam) di Mina pada hari-hari tasyrik.
  • Tawaf wada, yaitu tawaf perpisahan ketika akan meninggalkan kota Makah setelah elesalai melaksanakan rangkain ibadah haji.
TanggalKegiatan
…….Irham, tawaf dan tahalul. Hal ini dilakukan ketika pertama kali datang ke Makkah untuk ibadah haji, waktunya kapan saja sudan masum bulan Syawal, Dzulkaidah dan 9 hadi pertama Zulhijah.
8 DzulhijahJamaah haji bertolak ke Mina dan mabit di sana hingga matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijah, atau bisa juga langsung berangkat ke Arafah.
9 Dzulhijah (hari Arafah) Setelah matahari terbit, jamaah haji mulai bergerak menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf sambil membaca talbiah.
Setelah melasanakan solat Zuhur kemudian memperbanyak doa. Wukuf berakhir setelah matahari terbenam. Selanjutnya, jammah haji begerak menuju Muzdalifah untuk mabit di sana.
10 DzulhijahSetelah solat subuh dari Muzdalifah jamaah haji menuju Mina untuk melakukan hal-hal berikut:
Melempar jumrah aqabah dengan tujuh butit batu kerikil.
Menyembelih hewan kurban.
Tahalul (pertama), yaitu keluar dari ihram dengan mencukur atau menggunting beberapa helai rambut.
Berangkat ke Makkah untuk tawaf ifdah dan sa’i.
Berangkat kembali ke Mina untuk menginap di Mina.
11 DzulhijahSetelah waktu zuhur, jamaah haji melempar tiga jumrah, yaitu: ula, wustha, dan aqabah. Masing-masing tujuh kali lemparan.
12 DzulhijahSetelah waktu zuhur, jamaah haji kembali melempar tiga jumrah, yaitu: ula, wustha dam aqabah. Bagi yang ingin nafar awal (yaitu mabit di Mina hanya dua hari) diperbolehkan untuk meninggalkan Mina.
13 DzulhijahKhusus bari yang nafar sani (yaitu mabit di Mina salama tiga hari), setelah waktu zuhur kembali melempar tiga jumrah. Setelah itu jamaah haji meninggalkan Mina
……..Pada waktu akan pulang, jamaah haji melaksanakan tawaf wada.

Pengertian dan Hukum Umroh

Umroh dalam bahasa Arab artinya berziarah sedangkan menurut istilah, umroh artinya berkunjung ke Baitullah untuk melakukan tawaf, sa’i dan tahalul dengan tata cara tertentu.

Umroh bisa merupakan rangkaian yang dilaksanakan bersama dengan pelaksanaan ibadah haji, bisa juga merupakan ibadah tersendiri yang dapat dilaksanakan setiap waktu, baik pada saat musim Haji atau di luar musim haji.

Umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu yaitu bersamaan dengan melaksanakan ibadah haji. Ia juga memiliki keutamaan besar jika bisa dilaksanakan pada waktu-waktu yang lain khususnya pada bulan Ramadan, Rasulullah SAW bersabda:

“Umroh di bulan Ramadan setara pahalanya dengan Haji atau Haji bersamaku”. (HR. Bukhari, 3/1863)

Ketentuan Umroh

Syarat ibadah umroh adalah sama dengan syarat ibadah haji, seperti yang dijelaskan sebelumnya. 

Rukun umroh ada tiga, yaitu: ihram tawaf, Sa’i antara Shafa dan Marwah.

Sementara wajib umroh ada dua, yaitu:

  1. Berihram dari miqat yang sudah ditentukan, sambil melafalkan niatnya.
  2. Tahalul dengan mencukur rambut kepala atau memotong beberapa helai rambut.

Urutan Tata Cara Ibadah Umroh

  1. Rangkaian ibadah umroh dimulai dari miqat. Orang yang umroh disunnahkan mandi, memakai wewangian pada anggota badannya, memakai kain ihram bagi laki-laki, dan menutup aurat bagi perempuan, setelah itu pergi ke tempat miqat yang sudah ditentukan.

  2. Berniat untuk umroh dan melafalkan labbaika umratan.

  3. Memperbanyak bacaan talbiyah. Saat berangkat dari tempat miqat ke Masjidil Haram, jamaah memperbanyak bacaan Talbiyah.

  4. Tawaf dengan mengelilingi Ka’bah dimulai dari sudut Hajar Aswad. Mencium hajar aswad atau melambaikan tangan dari jauh sambil membaca: bismillahi Allahu Akbar

  5. Pada waktu tawaf, Ka’bah harus selalu di sebelah kiri. Disunahkan untuk berjalan cepat pada 3 putaran pertama dan menyelempangkan kain ihram dengan membuka pundak bagian kanan bagi pria.

  6. Memperbanyak doa selama tawaf

  7. Ketika melewati pojok yamani (rukun yamani) disunahkan mengusapnya (tidak menciumnya).

  8. Di antara rukun yamani dan Hajar Aswad membaca: artinya: Ya Rabb kami, berikanlah bagi kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa neraka.

  9. Setelah selesai berkeliling 7 putaran, jamaah pria kembali menutupkan kain ihramnya ke bahu kanan.

  10. Seusai tawaf, disunahkan untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Jika tidak mampu karena misalnya, berdesak-desakan boleh salat di bagian mana saja dari Masjidil Haram dengan membaca Surah al-kafirun dan al-ikhlas.

  11. Bergerak menuju bukit Safa untuk melaksanakan sa’i. Disunahkan naik ke bukit Shafa dengan membaca doa sambil mengangkat tangan dan menghadap kiblat.

  12. Turun dari bukit Safa menuju bukit Marwah dan mempercepat langkahnya pada 2 tanda berwarna hijau. Kemudian naik ke bukit Marwah dan melakukan seperti yang dilakukan sebelumnya.

  13. Melaksanakan Sa’i sebanyak 7 Kali dan memperbanyak membaca doa diantara keduanya.

  14. Setelah selesai kemudian tahallul dengan mencukur rambut atau memotong beberapa helai rambut.

Ibadah haji dan umroh mengajak kita untuk merenungkan persamaan manusia dihadapan Allah. Perhatikanlah, semua jamaah haji harus menjalani rangkaian ibadah yang sama dan pakaian yang sama bagi laki-laki. Tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin, Arab dan bukan Arab, kulit hitam atau putih. Semua jamaah haji mengenakan kain ihram putih, tidak mengenakan tutup kepala dan sebagainya.

Jadi ibadah haji mengajarkan kita untuk tidak sombong. Sebaliknya, kita dilatih untuk bersikap rendah hati, tidak menilai diri sendiri dan orang lain karena ciri-ciri fisik dan kekayaan materi. Kemuliaan manusia disisi Allah semata-mata didasarkan oleh penilaian Allah atas ketakwaannya.

Baca Juga: