Kalimat Dalam Tata Bahasa Indonesia

Posted on

Kalimat Dalam Tata Bahasa Indonesia – Setelah sahabat edmodo.co.id mempelajari kelompok kata dalam tata bahasa Indonesia, kali ini kita akan membahas mengenai pengertian kalimat dalam tata bahasa Indonesia, pengertian kalimat, kontur, pola kalimat, macam-macam pola kalimat. Yuk! Kita ikutin penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Kalimat

Tata bahasa memberikan batasan kalimat sebagai berikut: “kalimat adalah satuan kumpulan kata yang terkecil mangandung pikiran lengkap“. Batasan tersebut hanya meninjau dari segi bentuk yang tertulis nyata, atau unsur-unsur segmentalnya saja. Padahal kalimat tidak hanya tertulis tetapi juga diucapkan.

Ketika menngucapkan kalimat, intonasi pun ikut berperan untuk menegaskan dan menjelaskan kalimat tersebut. Intonasi ini merupakan unsur suprasegmental, artinya unsur yang tidak tertulis tetapi ikut mendukung kalimat. Dan intonasi ini unsur yang subyektif, oleh sebab itu batasan mengenai kalimat harus mencangkup unsur segmental dan suprasegmental.

Jadi batasannya sebagai berikut:
Kalimat ialah kesatuan bahasa yang terkecil dengan berintonasi yang menunjukan pikiran lengkap.

Dengan batasan tersebut kita mengehtahui ciri-ciri kalimat yaitu:
a. Susunan kata yang merupakan bentuk ekspresi;
b. Intonasi;
c. Pikiran lengkap;
d. Situasi;

Kontur

Kontur adalah suatu bagian kalimat yang diapit oleh dua kesenyapan. Telah kita ketahui, dalam berbicara pembicaraan kita terpotong-potong oleh perhentian-perhentian. Perhentian tersebut merupakan kesenyapan dalam ujaran (perlengkapan).

Kesenyapan itu ada pada saat sebelum kiita mengucapkan sesuatu atau pada awal kalimat, ditengah – tengah pembicaraan atau ditengah kalimat, serta pada akhir pembicaraan atau pada akhir kalimat.

Jadi kesenyapan itu ada tiga macam yaitu:
a. Kesenyapan awal;
b. Kesenyapan antara ( nonfinal );
c. Kesenyapan akhir ( final ).

Kesenyapan antara dalam suatu kalimat dapat lebih dari satu.
Dalam malam sunyi / gadis itu / merenung sendiri.
Kemarin pagi / bibi ratna / dating kesekolah / menemui kepala sekolah.

Karena kontur itu diapit oleh dua kesenyapan, maka dapat kita ketahui macam-macam kontur, yaitu:

  1. Kontur yang diapit oleh kesenyapan awal dan kesenyapan antara;
  2. Kontur yang diapait oleh kesenyapan antara dengan kesenyapan antara;
  3. Kontur yang diapit oleh kesenyapan antara dengan kesenyapan akhir.

Frase dalam kalimat juga termasuk kontur sebab diapit oleh dua kesenyapan .

Baca Juga :  Kelompok Kata Dalam Tata Bahasa Indonesia

Pola kalimat

Pola kalimat artinya acuan untuk membentuk kalimat. Pola kalimat yang akan kita pelajari adalah pola dasar yang gunakan untuk membentuk kalimat dasar. Kalimat dasar adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola dasar.

Macam – macam pola kalimat adalah:
a. Pola subyek – predikat SP;
b. Pola subyek – predikat – obyek (SPO);
c. Pola subyek – predikat – keterangan (SPK);
d. Pola subyek – predikat – obyek – keterangan – (SPOK).

Pola Subyek – Predikat (SP)

Pola SP ini dapat dibentuk dengan subyek frase benda, dan predikat frase benda, atau frase sifat, atau frase kerja.
a. Frase benda – frase benda ( FB – FB ):
Contoh kalimat:
Temanku menjadi pengarang.

b. Frase benda – frase sifat ( FB – FS )
Contoh kalimat:
Gunung itu sangat tinggi.

c. Frase benda – frase kerja ( FB – FK ):
Contoh kalimat:
Diana menyanyi.

Kalimat yang berpola subyek predikat ini disebut kalimat intransitive, artinmya kalimat yang tidak mempunyai obyek.

Pada pola FB – FB, menjadi pengarang merupakan unsur yang menggolongkan temanku. Karena itu subyek pada FB – FB disebut juga Frase Digolongkan atau Gatra Digolongkan, sedangkan predikatnya juga disebut Frase Menggolongkan atau Gatra Menggolongkan.

Pada pola FB – FS, sangat tinggi merupakan unsur yang menerangkan gunung itu, maka subyek untuk pola FB –FS, disebut juga Frase Diterangkan atau Gatra Diterangkan. Sedangkan predikatnya disebut frase menerangkan atau gatra menerangkan.

Pad pola FB – FK, menyanyi merupakan perbuatan yang berpangkal dari Diana. Sehingga subyeknya disebut juga Frase Pangkal atau Gatra Pangkal, dan predikatnya disebut Frase Perbuatan atau Gatra Perbuatan.

Pola Subyek – Predikat – Obyek ( SPO )

Pola ini akan terbentuk jika predikatnya mengunakan kata kerja yang berawalan me, sedangkan subyek dan obyek mengunakan kata benda atau menggukan kata ganti.

FB – FK – FB = Noto membeli buku.
Kalimat yang berpola subyek predikat obyek ini disebut kalimat transitif. Artinya kalimat yang mempunyai obyek.

Pola Subyek – Predikat – Keterangan

Pola ini merupakan kelanjutan dari pola SP, karena itu subyek maupun predikatnya sama dan ditambah unsur keterangan. Keterangan sebagi unsur tambahan ini berwujud keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan alat, keterangan keadaan, keterangan sebab, keterangan syarat, keterangan tujuan.

Baca Juga :  Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

Keterangan – keterangan tersebut kadang – kadang dapat digunakan bersama – sama dalam satu kalimat.

Tidak setiap predikat dapat diikuti oleh seluruh macam keterangan, hal ini tergantung pada frase yang menjadi predikat itu.

Predikat Frase Kerja mampu memiliki seluruh keterangan tersebut.

Predikat Frase Sifat hanya memiliki keterangan tempat, keterangan waktu, sebab, syarat. Predikat Frase Benda hanya memiliki keterangan tempat, waktu, sebab, syarat, tujuan, keadaan.

a. S – P – Ket. Tempat
Contoh kalimat:
Prapto menjadi bintang pelajar disekolahnya.

b. S – P – Ket. Waktu
Contoh kalimat:
Sungai ini sangat deras kemarin.

c. S – P – Ket. Alat
Contoh kalimat:
Effendi menggambar denagn pensil.

d. S – P – Ket. Keadaan
Contoh kalimat:
Bimbo bernyanyi dengan bergaya.

e. S – P – Ket. Sebab
Contoh kalimat
Denis naik kelas karena rajin.

f. S – P – Ket. Syarat
Contoh kalimat:
Santi naik haji jika sudah kaya.
g. S – P – Ket. Tujuan
Contoh kalimat:
Bagyo menjadi pelawak agar dapat menghibur orang.

Pola Subyek – Predikat – Obyek – Keterangan

Pola ini merupakan kelanjutan dari pola SPO sehingga predikatnya tetap hanya kata kerja atau frase kerja yang berawalan me, keterangan sebag ai unsur tambahannya dapat mencangkup semua unsur keterangan.

a. S – P – O – Ket. Tempat
Contoh kalimat:
Noto membeli buku di toko.

b. S – P – O – Ket. Waktu
Contoh kalimat:
Noto membeli buku nanti sore.

c. S – P – O – Ket. Alat
Contoh kalimat:
Noto membeli buku dengan uang.

d. S – P – O – Ket. Keadaan
Contoh kalimat:
Noto membeli buku dengan puas.

e. S – P – O – Ket. Sebab
Contoh kalimat:
Noto membeli buku sebab kehabisan buku.

f. S – P – O – Ket. Syarat
Contoh kalimat:
Noto membeli buku jika sudang beruang.

g. S – P – O – Ket. Tujuan
Contoh kalimat:
Noto membeli buku agar tidak kehabisan buku.

Demikianlah pembahasan tentang Kalimat dalam tata bahasa indonesia mulai dari pengertian kalimat, kontur dan pola kalimat, macam-macam pola kalimat. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :