Kerajaan Di Indonesia : Sejarah, Raja dan Perkembangannya

Posted on

Kerajaan Di Indonesia : Sejarah, Raja dan Perkembangannya – Hindu adalah agama pertama yang datang ke Indonesia pada awal era Kristen dan terus tumbuh sampai kerajaan Islam secara bertahap muncul. Sebelum Indonesia menjadi negara republik, ada banyak kerajaan di Indonesia, yang pada saat itu dikenal sebagai Nusantara.

Kerajaan-kerajaan itu independen satu sama lain, sehingga tidak ada keraguan bahwa perang antara kerajaan-kerajaan ini sering terjadi. Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap 13 Nama Kerajaan Di Indonesia : Sejarah, Raja dan Perkembangannya

Kerajaan Di Indonesia

Berikut ini akan di jelaskan secara lengkap dan detaik 13 Nama-nama kerajaan yang ada di Indonesia.

1. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu di Jawa Barat yang didirikan pada 450 Masehi. Nama Tarumanegara berasal dari kata “Taruma”, yang berarti nama sungai antara Jawa Barat, Sungai Citarum dan “Negara”, kerajaan atau negara.

Kerajaan Tarumanegara

Penemuan kompleks pemandian yang luas, Pemandian Batujaya dan Pemandian Cibuaya di Muara Citarum, dianggap sebagai peradaban dari Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara dipimpin oleh seorang raja bernama Pernawarman.

2. Kerajaaan Kutai

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia dan didirikan pada 400 M di daerah tepi Sungai Mahakam provinsi Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai nama nya berasal dari para ahli dari nama tempat di mana prasasti itu ditemukan, yang menunjukkan keberadaan kerajaan. Ini karena tidak ada tulisan yang dengan jelas menyebutkan nama kerajaan ini, dan informasi yang diterima juga sangat terbatas.

Kerajaan Kutai

Dari prasasti yang ditemukan, hanya upacara pengorbanan dari abad ke-4 M yang dapat dilihat. Selain prasasti, ada juga 7 buah yupa yang menjadi sumber utama para ahli dalam menafsirkan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah monumen batu yang berfungsi sebagai monumen Brahmana atas kemurahan hati Raja Mulawarman, yang menyumbangkan hingga 20.000 sapi kepada Brahmana. Dalam agama Hindu, sapi adalah binatang yang dibersihkan dan tidak boleh disembelih seperti korban Muslim.

Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) berbeda dari Kerajaan Kutai Kartanegara, yang pada saat itu memiliki ibukotanya di Kutai Lima (Tanjung Kite).

3. Kerajaan Sriwijaya

Salah satu kerajaan terbesar di nusantara adalah Kerajaan Sriwijaya, yang berdiri persis di Sumatra di Sumatra selatan. Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang memiliki pengaruh besar di kepulauan dan memiliki wilayah kekuasaan seperti Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Melayu, Sumatra, Jawa Barat dan mungkin Jawa Tengah.

Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya dalam bahasa Sansekerta berasal dari dua kata Sri yang berarti “cerah” dan “cantik” yang berarti “cantik”. Jadi kata Sriwijaya berarti kemenangan yang luar biasa.

Mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya, dikenal oleh seorang pendeta Cina I Tsing yang hidup pada abad ke 7 Masehi. Dalam tulisannya, Pendeta I Tsing menyebutkan bahwa ia mengunjungi 671 Sriwijaya dan tinggal di sana selama 6 bulan. Ada juga prasasti tertua yang diketahui dari abad ke-7, prasasti tertua yang disebut Kedukan Bukit, yang ditemukan di Palembang dan berasal dari tahun 682.

Kerajaan Sriwijaya mulai membusuk karena berbagai perang berturut-turut. Seperti serangan Rajendra Chola 1 dari Coromandel, India, dan serangan Raja Kertanegara dari Singosari pada 1025. Selain itu, kekuatan Sriwijaya berada di bawah kendali Kerajaan Dharmasraya pada 1183.

Setelah kerajaan Sriwijaya jatuh, keberadaannya sepertinya dilupakan. Dan hanya diketahui bahwa keberadaannya dipulihkan oleh publikasi oleh sejarawan Prancis George Cœdès dari École française d’Extrême-Orient pada tahun 1918.

Raja-raja yang pernah memerintah Sriwijaya:

  • Sri Jayanaga
  • Balaputradewa
  • Sri Sangrawijayatunggawarman.
  • Guru Buddha yang terkenal adalah Sakyakirti.

4. Kerajaan Kalingga

Kalingga, Kaling atau Ho-ling (dalam bahasa Cina) adalah kerajaan Hindu yang didirikan di Jepara, Jawa Tengah, pada 674 atau abad ke-6. Tidak ada yang diketahui tentang lokasi persis Kerajaan Kalingga. Sekarang bisa berada di antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara. Sebagian besar sumber sejarah tentang kerajaan ini berasal dari catatan Cina, tradisi narasi lokal dan teks tulisan tangan, yang ditulis pada abad-abad kemudian tepatnya pada abad ke-16 dan secara singkat merujuk pada Ratu Shima dan hubungannya dengan Kerajaan Galuh.

Kerajaan Kalingga

Selain itu, catatan Cina hanya menyebutkan bahwa Kerajaan Kalingga ada pada abad ke-6 M dan diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Shima. Ratu Shima diketahui memiliki aturan pemotongan tangan bagi mereka yang diketahui telah mencuri. Selain itu Ratu Shima juga seorang imam terkenal bernama Jhanabhadara.

5. Kerajaan Singasari

Kisah dan aturan Ken Arok dan Raja Singasari dapat ditemukan dalam buku Pararaton dan Negara Kertagama. Raja yang memerintah adalah:

Setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung, Ken Arok kemudian menjadi raja Singasari pada tahun 1222. Ken Arok sebagai pendiri dan raja pertama di Singasari, yang memiliki gelar Sri Ranggah Rajasa dari Amurwabhumi, keturunannya disebut sebagai Dinasti Rajasa.

Kerajaan Singasari

Anusapati (putra Tunggul Ametung – Ken Dedes). Anusapati menjadi raja Setelah membunuh Ken Arok (ayah tirinya), ia memerintahkan seorang agen (budak).

Tohjaya (putra Ken Arok – Ken Umang). Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati. Pada tahun 1248 terjadi pemberontakan oleh Ranggawuni (putra Anusapati) dan Mahisa Campaka (putra Mahisa Wongaleleng atau cucu Ken Arok dan Ken Dedes).
Ranggawuni Sri Jaya Wisnuwardhana diadakan pada 1248-1268. Wisnuwardhana memerintah Singasari dengan Mahisa Cempaka sebagai Ratu Anggabaya, seorang pejabat senior yang bertanggung jawab untuk mengatasi bahaya yang mengancam kerajaan, gelar Narasinghamurti.

Kertanegara. Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269-1229) adalah raja terbesar Singasari. Pada 1275 ekspedisi Pamalayu diberangkatkan. Daerah yang ia taklukkan termasuk diantaranya adalah Bali, Sunda, Pahang, Bakulapura dan padang pasir. Dia berteman dengan Jaya Singawarman – Raja Campa. Tahun 1292 ditaklukkan oleh Jayakatwang dari Kediri.

6. Kerajaan Kediri

Kerajaan ini adalah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Sri Samarawijaya.

Sedangkan Kediri berjuang untuk kekuasaan dengan Singosari sampai tahun 1520. Sampai 117 karya Kediri muncul ke raja-raja sebagai berikut:

  • Sri Maharaja Rakai S Fitur Sri Kameswara
  • Jaya Jaya dengan judul Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya
Kerajaan Kediri

Pada saat itu, buku Baharata Yudha disusun oleh Mpu Sedah dan dilanjutkan oleh Mpu Panuluh (Mpu Sedah meninggalkan buku sebelum buku selesai). MPU Penuluh juga menulis Hariwangsa dan Gatutkacasraya.

  • Sri Aryeswara
  • Kameswara dengan judul Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata

Pada saat itu ada dua penyair yang sangat terkenal, yaitu:

  • MPU Tanakung, karyanya W violencecaya dan Lubdaka
  • MPU Darmaja, karyanya Smaradhahana

Pada 1222 Ken Arok menyerang Kediri dan mengakhiri masa kejayaan Kediri.

7. Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit

A. Kertarajasa, Jayawardhana (1292-1309).

Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1292 oleh Raden Wijaya (putra Lembu Tal atau cucu Mahisa Campaka) setelah menipu pasukan Kubilai Khan dan Cina yang berencana menghukum raja Jawa untuk utusannya Meng Ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari.

Karena Kertanegara dihancurkan oleh Jayakatwag dari Kediri, pasukan Kubilai Khan menghancurkan Kediri. Tentara Cina Raden Wijaya dapat dihancurkan karena strategi Raden Wijaya, yang didukung oleh Arya Wiraraja. Akhirnya Raden Wijaya menjadi raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana. Raden Wijaya menikahi empat putri Kertanegara, yaitu:

  • Narendraduhita
  • Prajnaparamita.
  • Tribuana sebagai permaisuri
  • Gayatri.

Pada tahun 1309, Raja Kertarajasa meninggal, dan meninggalkan tiga putra:

  • Dyah Wiyat (dari Gayatri)
  • Sri Gitarya (dari Gayatri)
  • Jayanegara (oleh permaisuri)

B. Sri Jayanegara (1309-1329).

Jayanegara menggantikan ayahnya dengan gelar Sri Jayanegara. Ada pemberontakan selama masa pemerintahannya, yaitu:

  • Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban
  • Sora Rebellion, tahun 1311
  • Pemberontakan Nambi, 1316
  • Pemberontakan Kuti, pada 1319.

Ibukota Majapahit berhasil diduduki dan raja Jayanegara melarikan diri ke desa Bedander, disertai oleh 15 penjaga setia (pasukan Bhayangkari) yang dipimpin oleh Gajah Mada. Ibukota itu diperoleh kembali untuk upaya ibukota, Gajah Mada, dan Jayanegara naik takhta lagi. Untuk jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi gubernur Kahuripan dan kemudian Kediri. Pada masa pemerintahannya, Raja Jayanegara menggunakan simbol Minadwaya (dua ikan).

C. Tribhuwana Tunggadewi (1328 -1350)

Jayanegara meninggal tanpa meninggalkan putranya. Kemudian Gayatri atau Rajapatni memiliki hak untuk menjadi raja. Sejak Gayatri menjadi biarawati, ia diwakili oleh Sri Gitarya, Bhre Kahuripan, yang bernama Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana. Pemberontakan Sadeng muncul yang dapat ditumpas oleh Gajah Mada karena layanannya menunjuk Perdana Menteri Gajah Mada pada tahun 1331, yang mengambil sumpah palapa ketika ia menjabat.

Pada 1350 Gayatri atau Rajapatni, Tribuwana, yang mewakilinya, menyerahkan kekuasaan kepada putranya bernama Hayam Wuruk.

8. Kerajaan Demak

Raden Patah(±1500 -1518). Pada awal 1500, seorang bupati Demak, Raden Patah, masuk Islam, memisahkan diri dari Majapahit. Dengan bantuan para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Pada tahun 1513, armada Demak yang dipimpin oleh Pati Unus Malaka menyerang, tetapi gagal.

Kerajaan Demak

Pati Unus (1518 – l 521) Pati Unus dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor, hanya tiga tahun sebagai raja.


Sultan Trenggana (1521 – 1546) Sultan Trenggana adalah menantu Pati Unus. Pada 1522 seorang pendeta dari Pasai (Faletehan) menginstruksikan armada Demak untuk mengumpulkan Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon dari Pajajaran. Pada 1546 Sultan Trenggana meninggal saat mencoba menaklukkan Pasuruan. Kemudian terjadi perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra tertua Sultan Trenggana) dan Pangeran Sekar (adik dari Sultan Trenggana). Sunan Prawata naik takhta setelah membunuh Pangeran Sekar. Tak lama setelah itu, Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang (putra Pangeran Sekar).

9. Kerajaan Samudra Pasai

Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara. Lokasinya di Aceh Utara (sekarang di distrik Lhoksumawe) didirikan pada abad ke-13.

Kerajaan Samudra Pasai

Para raja adalah:

  • Sultan Malik al Saleh. 635 Hijriah atau 297 Masehi
  • Sultan Muhammad berjudul Sulatan Malik al Tathir.

10. Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka

Para raja adalah:

  • Paramisora, seorang pengungsi Majapahit yang masuk Islam dan diganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah
  • Sultan Mansyur Syah
  • Sultan Mahmud Syah

11. Kerajaan Banten

Setelah Faletehan menaklukkan Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon, dialah yang menguasainya. Karena perebutan kekuasaan berkembang di Demak, Faletehan Banten menyerahkan putranya Hasanuddin pada tahun 1522 sebagai raja pertama Banten dan Faletehan menarik perhatiannya kepada Islam di Gunung Jati, Cirebon. adalah kerajaan Islam yang pernah berdiri di provinsi Indonesia, Banten.

Kerajaan Banten

Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati, berperan dalam penaklukan. Setelah penaklukan, Maulana Hasanuddin membangun sebuah benteng bernama Surosowan, yang kemudian menjadi pusat pemerintahan setelah Banten menjadi kesultanan independen.

Selama hampir tiga abad, Kesultanan Banten mampu bertahan dan bahkan mencapai ketenaran luar biasa, yang pada saat yang sama pengganggu dari Eropa telah tiba dan mengilhami pengaruhnya. Perang saudara dan persaingan dengan kekuatan global untuk sumber daya dan perdagangan, serta ketergantungan senjata, telah melemahkan hegemoni Kesultanan Banten atas wilayahnya. Kekuasaan politik Kesultanan Banten akhirnya runtuh pada tahun 1813 setelah Istana Surosowan dihancurkan sebagai simbol kekuasaan di kota intan dan para sultan hanyalah raja bawahan dari pemerintah kolonial di Hindia Belanda pada masa pemerintahan terakhir.

Raja-raja lainnya adalah:

  • Pangeran Yusuf (1570)
  • Maulana Muhammad (baru 9 tahun) meninggal pada tahun 1596 ketika mencoba menyerang Palembang
  • Abdulmufakir (hanya 5 tahun), pemerintah dikendalikan oleh Mangkubumi Jayanegara.

12. Kerajaan Tidore

Kerajaan Tidore

Adalah kerajaan Islam di Maluku. Sempat memisahkan domba dari Portugis dan Spanyol untuk tidak setuju dengan Kerajaan Ternate, tetapi bahkan kembali bersama untuk mengusir Portugis dari Maluku. Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nurku, yang berusaha melawan Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera. Kai berhantu dan Papua.

13. Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate

Sekitar abad ke-13, Ternate menjadi kerajaan Islam. Pada pemerintahan Sultan Baabullah Ternate telah mencapai puncak kejayaannya. Pada tahun 1575 Sultan Baabullah mengusir Portugis dari Maluku. Baabullah memiliki judul di 72 pulau dan memperluas wilayahnya ke Filipina.

Demikianlah artikel tentang 13 Nama Kerajaan Di Indonesia : Sejarah, Raja dan Perkembangannya. Semoga dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan.

Baca Juga :