Morfem dan Kata Dalam Tata Bahasa Indonesia

Posted on

Halo… sahabat edmodo.co.id, artikel kali ini akan membahas mengenai materi bahasa Indonesia tentang Morfem dan Kata.

Pokok bahasannya adalah: pengertian morfem dan kata, morfem bebas dan morfem terikat, kata tunggal dan kata kompleks, kata dasar dan bentuk dasar.

Arti Morfem dan Kata

A. Pengertian

Kata adalah bagian terkecil yang dapat berdiri sendiri. Misalnya: makan, makanan, termakan, pemakan, makan-makan.

Morfem adalah bentuk terkecil bermakna dan tidak dapat diperkecil  lagi. Misalnya:

  1. kata makan tidak dapat diperkecil menjadi ma dan kan sebab tidak bermakna. Karena itu makan merupakan morfem.
  2. kata makanan dapat diperkecil menjadi makan dan an. Kata makan ataupun an tidak dapat diperkecil lagi. Karena itu makan merupakan morfem, an juga morfem.
  3. kata termakan morfem-morfemnya ter dan makan.

Perlu kita ketahui bahwa morfem berbeda dengan suku kata sebab morfem itu merupakan bentuk asli yang terkecil, sedangkan suku kata merupakan bagian dari suatu kata. Misalnya:

  • makanan = tiga suku kata yaitu ma/kan/an
  • makanan = dua morfem yaitu makan/an

B. Morfem Bebas dan Morfem Terikat

Morfem bebas adalah bentuk yang tidak terikat oleh bentuk lain. Morfem bebas ini ditulis atau diucapkan berdiri sendiri.

Misalnya:

Itu rumah saya tidak jauh dari sini.

Kalimat tersebut terdiri atas tujuh morfem bebas yaitu:

itu, rumah, saya, tidak, jauh, dari, sini.

Morfem terikat adalah bentuk yang terikat oleh bentuk lain. Artinya tidak dapat berdiri sendiri, sebab kehadirannya selalu terikat melekat pada morfem bebas.

Misalnya:

Berlombalah menuju kebaikan.

berlombalah morfemnya:


menuju morfemnya:


kebaikan morfemnya:


ber, lomba, lah (tiga morfem).
morfem bebas: lomba,
morfem berikat: ber, lah
me, tuju (dua morfem).
morfem bebas: tuju.
morfem terikat: me
ke-an, baik (dua morfem).
morfem bebas: baik.
morfem terikat: ke-an.

Bentuk ber, lah, me, ke-an tidak dapat kita ucapkan jika tidak disertai atau diletakan pada kata atau morfem bebas sepert: lomba, tuju, baik.

Bentuk morfem terikat ini dapat berupa afiks (misalnya: me, an, ke-an, dan sebagainya), dapat pula berupa partikel (misalnya: lah, kah, pun).

Untuk mengetahui jumlah morfem pada suatu kata, kita perlu mengetahui bentuk-bentuk afiks terutama bentuk konfiks dengan imbuhan gabung.

Misalnya:

  • diambilkan = ambil, di, kan (= tiga morfem).
  • diberitakan = berita, di-kan (= dua morfem).

C. Kata Tunggal dan Kata Kompleks

Kata tunggal adalah kata yang terdiri atas satu morfem bebas. Kata tunggal ini dapat berdiri sendiri dalam suatu kalimat. Kalimat yang hanya terdiri dari kata-kata tunggal misalnya:

Usir terus agar ia mau pergi.
Tadi malam adik tidur dengan lelap
Bagai tebing dengan aur.
Ia selalu datang jika aku sedang sendiri.

Kata kompleks adalah kata yang terbentuk atas beberapa morfem dan salah satu pembentuknya adalah morfem terikat.

Kata kompleks ini merupakan gabungan morfem bebas dengan morfem terikat dalam satu kata. Proses bergabungnya morfem terikat dengan morfem bebas disebut proses morfologis.

Jika morfem terikat yang dilekatkan berupa afiks, maka proses melekatnya afiks pada morfem bebas disebut proses afiksasi.

Cara membentuk kata kompleks:

  1. kata dasar dengan morfem terikat. pakai + an = pakaian
  2. kata kompleks dengan morfem terikat. pakaian + ber = berpakaian

Kalimat yang terdiri dari kata kompleks misalnya:

Dimakannya buah-buahan sepuas-puasnya.
Memperjuangkan kebenaran memerlukan keberanian.
Kemanusiaan merupakan pencegah kejahatan.

D. Kata Dasar dan Bentuk Dasar

Kata dasar adalah kata yang masih asli belum mengalami perubahan. Karena bentuknya masih asli maka kata dasar ini merupakan morfem bebas yang berbentuk kata tunggal.

Misalnya: anda, sudah, tahu.

Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar pembentuk kata kompleks.

Karena kata kompleks itu dapat dibentuk dengan kata dasar dengan morfem terikat, serta kata kompleks dengan morfem terikat, maka bentuk dasar itu dapat berwujud kata dasar (kata tunggal) dapat pula berwujud kata kompleks.

Bentuk dasar yang berwujud kata dasar disebut bentuk dasar primer, sedang yang berwujud kata kompleks disebut bentuk dasar sekunder.

Kata kompleksBentuk dasar sekunder (kata kompleks)Bentuk dasar primer (kata tunggal)
pakaian
berpakaian
mengetahui
berkesudahan

pakaian
ketahu
kesudahan
pakai
pakai
tahu
sudah

Dengan contoh di atas dapat kita ketahui bahwa:

  • bentuk dasar primer adalah kata tunggal bagian dari kata kompleks;
  • bentuk dasar sekunder adalah kata kompleks bagian dari kata kompleks.

Selain bentuk kata dasar (kata tunggal) dan kata berimbuhan (kata kompleks) kita ketahui juga adanya bentuk kata ulang dan bentuk kata majemuk.

Mengenai bentuk kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk telah dibahas pada artikel tentang Bentuk Kata Dalam Bahasa Indonesia

Demikianlah penjelasan mengenai Morfem dan Kata dalam Tata Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat…!