Pengertian Dan Sejarah Pasar Modal Indonesia

Posted on

Pengertian Dan Sejarah Pasar Modal Indonesia – Halo… sahabat-sahabat edmodo.co.id kali ini kita akan belajar untuk memahami tentang berbagai jenis surat berharga dan mekanisme kerja di bursa efek.

Hal ini akan sangat bermanfaat, mungkin saja suatu saat diantara para sahabat ada yang menjadi pelaku perdagangan di pasar modal.

Untuk yang pertama, kita akan bahas mengenai pengertian, sejarah dan tujuan pasar modal serta jenis-jenis produk dalam bursa efek. Kemudian pada artikel berikutnya dibahas mengenai tata cara perdagangan di pasar modal.

Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah sarana yang terorganisasi yang pertemukan permintaan dan penawaran dana jangka panjang. Permintaan dana jangka panjang datang dari perusahaan perusahaan, baik milik negara maupun swasta.

Penawaran dana datang dari masyarakat, baik yang langsung maupun tidak langsung memasuki pasar modal. Penawaran tidak langsung adalah penawaran dana yang dilakukan melalui pihak bank ataupun lembaga keuangan lainnya.

Kegiatan perdagangan dan perindustrian yang makin berkembang menuntut tersedianya modal yang makin besar.

Lancarnya persediaan modal untuk kegiatan usaha dapat mendorong perkembangan prekonomian negara.

Tujuan pasar modal dibentuk adalah dalam rangka menjembatani pihak-pihak yang kelebihan dan kekurangan dana.

Sejarah Pasar Modal

Pasar modal di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912, yaitu pada masa pendudukan kolonial Belanda. Pada saat itu didirikan sebuah badan yang bernama Vereneging Voor de Effecten Handel oleh penjajah Belanda di Batavia.

Dengan berdirinya badan ini, maka dimulailah perdagangan surat berharga di Indonesia.

Pada awalnya, surat-surat berharga yang diperdagangkan, meliputi saham dan obligasi perusahaan perkebunan Belanda yang ada di Indonesia, obligasi yang dikeluarkan pemerintah Belanda, serta sertifikat saham perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh Kantor Administrasi di negeri Belanda.

Sampai pada tahun 1925 Bursa Efek mengalami perkembangan yang pesat. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Bursa Efek Surabaya dan Semarang, namun pada saat itu Bursa Efek hanya untuk kepentingan masyarakat Belanda.

Mulai tahun 1939 kegiatan perdagangan pasar modal di Indonesia mulai menurun dengan ditutupnya bursa efek Surabaya dan Semarang.

Tahun 1940 Bursa Efek Jakarta juga ditutup. Hal tersebut disebabkan makin memanasnya situasi politik di Eropa.

Pada saat itu praktek kegiatan jual beli surat-surat berharga di Indonesia menjadi berhenti. Kegiatan perdagangan surat-surat berharga kembali dilaksanakan di Indonesia mulai tahun 1952.

Sampai akhir tahun 1960-an perkembangan pasar modal Indonesia mengalami pasang surut.

Pada tahun 1977 pemerintah Indonesia secara resmi membuka Bursa Efek Indonesia. Dengan dibukanya berusaha tersebut, perdagangan surat-surat berharga di Indonesia berkembang pesat.

Oleh karena itu nama Bursa Efek Indonesia diganti dengan Bursa Efek Jakarta. Hal tersebut bertujuan agar dimungkinkannya pembukaan bursa efek di kota-kota lain.

Sampai saat ini perkembangan Bursa Efek Indonesia cukup pesat. Hal ini ditandai dengan dibukanya Bursa Efek Surabaya dan para pelakunya tidak terbatas masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat luar negeri pun juga ikut bermain.

Jenis Produk dalam Bursa Efek

Bursa Efek merupakan tempat diperjualbelikannya dana jangka panjang. Dana yang diperjualbelikan tersebut terwakili dalam sertifikat atau surat berharga.

Oleh karena itu ada beberapa jenis produk surat berharga yang diperjualbelikan di bursa efek.

Saham

Saham adalah bukti penyertaan modal dalam suatu perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pemegang saham merupakan peserta pemilik perusahaan yang berhak atas laba sebesar persentase penyertaan modalnya.

Tanggung jawab pemegang saham atas utang-utang perusahaan terbatas sebesar modal yang disetorkannya.

Setiap pemegang saham memiliki hak suara, memperoleh bagian laba atau dividen, membeli saham yang baru diterbitkan perusahaan sesuai dengan saham yang telah dimiliki, serta memperoleh bagian harta jika perusahaan dinyatakan bangkrut atau ditutup.

Ada dua nilai yang terdapat dalam saham, yaitu nilai nominal dan kurs.

  • Nominal adalah nilai yang tercantum dalam lembaran saham.
  • Kurs adalah nilai yang dibayarkan para pemegang saham saat membeli saham.

Nilai kurs dapat lebih tinggi ataupun lebih rendah daripada nilai nominalnya. Hal tersebut bergantung pada perkembangan perusahaan yang mengeluarkan saham.

Jika saham dijual diatas nilai nominal, kelebihan di atas nilai nominal disebut premium atau agio. Apabila saham dijual dibawah nilai nominal disebut diskonto atau disagio.

Sedangkan bila ditinjau dari segi penerbitannya, saham dapat dibedakan menjadi dua, yaitu saham atas nama dan atas unjuk.

Saham atas nama adalah saham yang diterbitkan dengan mencantumkan nama pemegangnya pada lembar saham.

Saham atas unjuk adalah saham yang diterbitkan tanpa mencantumkan nama pemegangnya pada lembar saham dan merupakan jenis saham yang dapat diperjualbelikan.

Apabila ditinjau dari segi hak yang dimilikinya kemasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu saham preferen dan biasa. Saham preferen adalah saham yang memiliki hak istimewa untuk didahulukan dalam pembagian dividen dengan persentase yang tetap.

Saham preferen ada yang bersifat kumulatif dan nonkumulatif. Kumulatif artinya apabila perusahaan pada tahun berjalan tidak memperoleh laba, dividennya akan diperhitungkan dan diterima pada tahun berikutnya, sedangkan pada nonkumulatif tidak diperhitungkan.

Saham biasa adalah saham yang memberikan hak suara dan bagian atas laba dengan jumlah yang berubah-ubah kepada pemegangnya.

Obligasi

Obligasi adalah surat berharga yang memiliki nilai nominal dan memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima bunga.

Bunga obligasi dihitung berdasarkan suatu persentase tertentu atas nilai nominal dan dibayarkan secara teratur sampai penerbit melunasi utangnya pada saat jatuh tempo.

Penerbit obligasi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan ataupun pemerintah dalam mendapatkan dana dari masyarakat.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menerbitkan obligasi, baik bagi pihak penerbit maupun pemegang atau pembelinya. Keuntungan yang dapat diperoleh pihak penerbit obligasi antara lain.

  1. Penerbitan obligasi merupakan salah satu alternatif dalam mendapatkan dana.
  2. Penerbitan obligasi dapat menghemat biaya modal karena biasanya bunga obligasi lebih rendah daripada bunga kredit bank dan tingkat dividen yang dikehendaki pemegang saham.
  3. Bunga obligasi dapat mengurangi pajak yang ditanggung, karena dapat dimasukkan sebagai beban perusahaan.
  4. Penerbitan obligasi dapat menghindarkan terjadinya perubahan hak suara yang ada di perusahaan.

Adapun keuntungan yang dapat diperoleh oleh para pembeli atau pemegang obligasi, antara lain sebagai berikut.

  1. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu dalam pelunasannya sedangkan saham tidak.
  2. Tingkat bunga obligasi sudah ditetapkan terlebih dahulu, sedangkan saham kecuali saham preferen belum ditetapkan.
  3. Besarnya bunga yang diterima pemegang obligasi jumlahnya tetap, sedangkan dividen yang diterima pemegang saham berubah-ubah.
  4. Pemegang obligasi berhak menerima pelunasan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan pemegang saham.

Ada beberapa jenis obligasi yang dapat diperjualbelikan di pasar surat berharga antara lain sebagai berikut.

  1. Obligasi dengan jaminan harta kekayaan (mortgage bonds). Harta yang dapat dijaminkan adalah harta tak bergerak misalnya bangunan dan tanah.
  2. Obligasi dengan jaminan portofolio (collateral trust bonds). Jenis ini menjamin pelunasan kepada pemegangnya dengan surat-surat berharga yang dimilikinya.
  3. Obligasi dengan jaminan peralatan (equipment bonds). Ini biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki peralatan-peralatan yang bernilai tinggi.
  4. Obligasi dengan jaminan utang (bonds based on general credit). Obligasi ini tidak dijamin dengan anggunan tertentu dan merupakan obligasi tanpa jaminan. Pembeli obligasi hanya menyandarkan kepercayaannya kepada manajemen dan prospek perusahaan.

Warrant

Warrant adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan yang sampai batas waktu tertentu memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan harga tertentu.

Harga pembelian saham dengan warrant sering disebut dengan option. Oleh karena itu warrant sering disebut pula dengan stock right atau stock option.

Warrant juga sering diperdagangkan di pasar surat-surat berharga karena memiliki nilai, antara lain sebagai berikut.

  1. Harga option untuk pembelian saham yang tercantum dalam warrant mungkin lebih rendah daripada harga pasarnya.
  2. Apabila harga saham naik, pemegang warrant akan memperoleh tingkat laba yang lebih besar.
  3. Apabila harga saham turun, pemegang warrant menderita kerugian yang lebih kecil.

Suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan dalam menerbitkan warrant, antara lain sebagai berikut.

  1. Warrant dapat dijual dalam kaitannya dengan penerbitan saham atau obligasi lain agar surat-surat berharga ini menarik bagi pemodal.
  2. Dividen bagi para pemegang saham selain diberikan dalam bentuk uang, juga dapat diberikan dalam bentuk warrant.
  3. Bonus atau imbal jasa lain untuk karyawan dapat diberikan dalam bentuk uang ataupun warrant.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian pasar modal indonesia dan sejarah pasar modal di indonesia. Semoga dapat menambah wawasan kita tentang pasar modal dan memberikan manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :