Penjelasan Kalimat Majemuk : Ciri, Jenis dan Contoh

Posted on

Penjelasan Kalimat Majemuk – Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang kalimat majemuk, yang meliputi ciri-ciri kalimat majemuk, jenis-jenis kalimat majemuk beserta dengan contoh kalimat majemuk itu sendiri. Kalimat majemuk memiliki kata penghubung (konjungsi) pada beberapa kalimat tunggal. Dalam setiap kalimat tunggal terdapat subjek dan predikat, ini berarti pada kalimat majemuk akan terdapat beberapa subjek dan predikat. Karena kalimat ini terdiri dari beberapa kalimat, biasanya terdiri dari kalimat utama (yang berisi informasi inti) dan frasa (berfungsi sebagai pendukung). Namun, karena struktur kalimatnya identik atau setara, ini adalah klausa. Jadi Kalimat Majemuk adalah kalimat yang merupakan penggabungan dari dua buah kalimat tunggal.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

Sesuai dengan penjelasan di atas, maka ciri-ciri dari Kalimat Majemuk adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat subjek dan predikat lebih dari satu
  2. Terdapat pola kalimat baru akibat perluasan atau penggabungan beberapa kalimat tunggal
  3. Memiliki kalimat utama dan frasa

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk Setara

Penjelasan Kalimat majemuk setara merupakan kalimat di mana hubungan antara unsur-unsurnya sama atau setara. Kalimat majemuk yang setara ini tidak memiliki klausa dan ditandai dengan konjungsi, yaitu: dan kemudian, atau, tetapi, tetapi, selama itu.

Karakteristik kalimat majemuk setara adalah:

  • Posisi yang sama dalam klausa
  • Kalimat perantara berdiri untuk diri mereka sendiri, tetapi menjadi kalimat dengan kata sambung.
  • Memiliki konjungsi

Berikut ini Contoh Kalimat Majemuk Setara adalah:

  • Ayah menyetujui keberangkatanku untuk merantau mencari ilmu dan ibu merestuinya.
  • Siswa akan belajar atau duduk saja di kelas?
  • Setelah usai ujian semester siswa berencana lomba futsal, tetapi guru melarangnya.
  • Pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun siswa tetap belajar di rumah
  • Dunia anak-anak di perkampungan bukan hanya terbuka, melainkan lebih bebas
  • Saya sedang membaca buku pelajaran sedangkan ibu sedang menyapu di halaman
  • Kucing tetangga hanya datang untuk meminta makan lalu pergi setelah kenyang
  • Kakakku memiliki berat badan dan tinggi badan yang prosposional sedangkan adiku tidak.
  • Kakakku yang pertama kuliahnya mengambil jurusan teknik sipil sedangkan kakaku yang kedua mengambil jurusan Ekonomi
  • Kota Jakarta diterjang banjir akibat hujan deras yang terus menerus selama beberapa hari belakangan

Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan berasal dari kalimat majemuk setara, tetapi memiliki rapatan dari setiap bagiannya, karena kalimat/kata-kata dalam kalimat tersebut menempati posisi yang sama. Tujuan dari perapatan ini adalah untuk menghapus elemen atau bagian yang sama pada sebuah kalimat dan biasanya dilakukan pada bagiani subjek atau predikat.

Adapun ciri-ciri dari kalimat majemuk rapatan adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan tanda koma (,) sebagai pemisah atau menggunakan kata sambung (konjungsi)
  • Kalimatnya akan berdiri sendiri jika dipisahkan

Contoh Kalimat Majemuk Rapatan:

  • Pak Yusuf adalah guru ngaji di surau
  • Yusuf juga teman ayahku
  • Pak Yusuf, guru ngaji di surau dan teman ayahku
  • Ayah membawa sapu
  • Ibu membawa sapu
  • Ayah dan Ibu membawa sapu
  • Aku mengunjungi Kota Tua
  • Adikku mengunjung Museum Fatahillah
  • Aku dan Adikku mengunjungi Kota Tua dan Museum Fatahillah
  • Ayah menggoreng tempe
  • Ibu menggoreng tahu
  • Ayah dan Ibu menggoreng tempe, tahu

Kalimat Majemuk Bertingkat

Pengertian Kalimat majemuk bertingkat adalah jenis kalimat majemuk yang hubungan antara kalimat penyusunnya tidak sama/sederajat. Kalimat majemuk semacam ini membentuk pola baru dengan menempatkan frasa bertingkat sebagai hasil perluasan dari beberapa atau semua elemen. Ada elemen yang ditempatkan sebagai kalimat utama dan yang lain ditempatkan sebagai frasa.

Adapun ciri-ciri dari Kalimat Majemuk Bertingkat adalah:

  • Setiap klausa tidak memiliki posisi yang sama
  • Memiliki kalimat yang tidak bisa beridiri sendiri jika tidak ada kalimat lainnya.
  • Menggunakan kata penghubung.

Contoh Lain dari Kalimat Majemuk Bertingkat :

  • Ibu mengepel lantai saat Ani belajar di depan teras.
  • Ayah pulang dari kerja, kemudian aku mengajaknya pergi.
  • Setelah aku menjadi juara, aku semakin giat berlatih
  • Wati menyapu lantai, ketika Budi bermain ke rumahnya.
  • Ketika sedang berlatih, Iwan pingsan.
  • Asalkan mau belajar dengan sungguh-sungguh, kamu pasti bisa mengerjakan soal ujian.
  • Seandainya Sapto datang lebih cepat, kamu pasti bertemu dengannya.
  • Kakak sepupu dari ibu sekarang tinggal di kampung agar bisa menemani ibunya.
  • Daripada kamu melamun saja, bantulah ayahmu.
  • Acara konser musik di lapangan terbuka itu dibatalkan karena hujan turun sangat lebat

Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kombinasi dari kalimat majemuk yang sama dan kalimat majemuk bertingkat. Secara umum, kalimat majemuk campuran terdiri dari setidaknya tiga kalimat individu.

Sifat-sifat kalimat majemuk campuran adalah sebagai berikut:

  • Memiliki beberapa klausa yang memiliki hubungan setara serta sekaligus bertingkat.
  • Memiliki 2 konjungsi atau lebih untuk penghubung antara klausa yang satu dengan yang lainnya.
  • Setidaknya terdapat 3 atau lebih klausa dan induk kalimat serta anak kalimat dalam satu Kalimat Majemuk Campuran

Contoh Kalimat Majemuk Campuran

  • Imam sedang belajar pelajaran Bahasa Indonesia ketika Prayoga datang berkunjung ke rumahnya, karena ia ingin meminjam buku catatannya Imam.
  • Imam bermain futsal bersama Prayoga ketika terik matahari sangat panas, sampai sore harinya mereka kecapean.
  • Indonesia adalah negara agraria, tetapi Indonesia belum menjadi swasembada beras sehingga beras selalu import dari negara tetangga.
  • Ayah sudah berangkat ke kantor ketika adik sampai di rumah, padahal adik tidak terlambat.
  • Aji sedang menonton film kartun di tv ketika ayah dan ibunya tidak dirumah, kerena Aji merasa kesepian
  • Ibu sedang menggoreng telor, ikan, tempe dan tahu kemudian segera dihidangkan setelah semuanya selesai digoreng.

Demikianlah pembahasan tentang Kalimat Majemuk, mulai dari ciri-ciri, jenis-jenis beserta dengan contoh-contohnya. Sampai bertemu lagi dengan artikel lainnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga :