Hidup Nyaman Dengan Perilaku Jujur

Posted on

Hidup Nyaman Dengan Perilaku Jujur – Halo… sahabat-sahabat edmodo.co.id, Pada materi sebelumnya, sudah pernah dibahas tentang pengertian jujur. Materi kita kali ini adalah Pelajaran Agama Islam Kelas XI: Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur. Nah..! kalau bicara tentang kejujuran sekarang ini sesuatu yang sudah mulai langka, padahal dengan jujur bisa membukakan jalan kita ke surga.

Pentingnya Perilaku Jujur

Mengapa kejujuran itu “penting”? Karena kejujuran dapat membuat hati kita nyaman dan meyakinkan. Ketika kita mengatakan yang sebenarnya, tidak ada ketakutan atau kekhawatiran selanjutnya untuk mengungkapkan apa yang tidak kita katakan.

Jujur berarti apa yang dikatakan atau dilakukan harus sesuai dengan kenyataan. Jadi, jika berita itu sesuai dengan situasi yang ada, itu dikatakan benar / jujur, kalau tidak, itu dikatakan bohong. Allah SWT. memberitahu kita untuk bertindak dengan benar dalam tindakan dan kata-kata, sebagaimana firman-Nya:

Kejujuran adalah satunya ucapan dan tindakan, dan sebagai orang yang mengambil tindakan, tentu mengikuti apa yang ada dalam pikirannya.

Ketika Anda berani mengatakan “tidak” pada korupsi, jauhi perilaku korup. Jangan bilang tidak, padahal sebenarnya Anda korup.

Demikian pula orang-orang munafik tidak jujur, karena mereka menunjukkan diri mereka sebagai orang-orang bertauhid, padahal hati mereka tidak.

Jelas, kejujuran adalah karakteristik orang beriman, dan kebohongan adalah karakteristik munafik. Ciri-ciri orang-orang munafik adalah khianat, ingkar janji, dan dusta, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. berikut ini:

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa dasar iman adalah kebenaran, dasar nifaq adalah dusta atau kebohongan. Tidak pernah bertemu antara kebohongan dan iman, tetapi saling bertentangan.

Allah SWT. Menegaskan, kecuali kejujuran (kebenaran), tidak ada yang dapat bermanfaat bagi hamba itu dan menyelamatkannya dari kehancuran (azab).

Keutamaan Perilaku Jujur

Nabi menyuruh umatnya untuk selalu jujur. Karena, kejujuran adalah karakter yang mulia yang mengarahkan pemiliknya pada kebajikan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

Sifat jujur adalah tanda keislaman dan tanda kesempurnaan bagi pemilik sifat tersebut. Pemilik kejujuran memiliki posisi tinggi di dunia dan di akhirat. Seorang hamba yang memiliki sifat jujur, akan mencapai derajat orang-orang mulia dan selamat dari keburukan.

Sebaliknya, seseorang yang tidak jujur atau berdusta diperumit rezeki dan setiap urusannya. Mereka yang berbohong akan terus berbohong. Karena dia harus berbohong lagi untuk menyembunyikan kebohongan yang telah dibuat.

Bersyukurlah bagi mereka yang pernah berbohong, kemudian sadar dan mengakui kebohongannya, sehingga memutus mata rantai kebohongan.

Kejujuran berbuah kepercayaan, dan kebohongan membuat orang lain tidak percaya. Jujur membuat pikiran tenang, berbohong membuat hati gelisah dan was-was.

Macam-Macam Kejujuran

Menurut tempatnya, ada beberapa macam kejujuran, yaitu jujur dalam hati atau niat, jujur dalam perkataan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan.

  1. Jujur dalam hati atau niat
    Jujur dalam hati, yaitu motivasi dari setiap gerakan seseorang dalam rangka mematuhi perintah Allah SWT. dan ingin mencapai ridho-Nya. Orang yang jujur akan ikhlas dalam berbuat.
  2. Jujur dalam perkataan atau ucapan
    Jujur dalam perkataan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang muncul, kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan oleh syari’at, seperti dalam situasi perang. Setiap hamba memiliki kewajiban untuk menjaga lisannya, yaitu harus jujur dan dianjurkan untuk menghindari kata-kata sindiran. Benar / jujur dalam berbicara adalah jenis kejujuran yang paling terlihat dan paling tampak dari semua jenis kejujuran.
  3. Jujur dalam perbuatan
    Jujur dalam perbuatan, yaitu keseimbangan antara lahiriah dan batiniah, tidak ada perbedaan antara amal lahir dan amal batin. Kejujuran ini juga berarti bekerja berdasarkan yang diridhoi Allah SWT, dan melaksanakannya secara berkelanjutan dan tulus.

Petaka Kebohongan

Seperti dijelaskan di atas, kejujuran membawa kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga, jadi betapa pentingnya kejujuran.

Sebaliknya, seberapa berbahaya kebohongan itu? Kebohongan menyampaikan pelakunya tidak dipercaya lagi oleh orang lain.

Ketika seseorang mencoba menyembunyikan kebenaran, bahkan ketika digunakan untuk tujuan jahat, ia telah melakukan kebohongan.

Dalam hadis Rasulullah saw. mengingatkan:

Shaikh Muhammad al-Ghazari mengatakan mempertahankan kepercayaan adalah latihan yang baik dari kekuatan Allah SWT. Hak asasi manusia tidak terpengaruh oleh perubahan keadaan, apakah sulit atau mudah

Syaikh Muhammad al-Ghazali mengatakan, bahwa mempertahankan kepercayaan adalah menunaikan dengan baik terhadap hak-hak Allah Swt. dan hak-hak manusia tanpa terpengaruh oleh perubahan keadaan, apakah sulit atau mudah.

Hikmah Perilaku Jujur

Beberapa hikmah dari perilaku jujur, antara lain sebagai berikut.

  1. Hati merasa tenang
  2. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya
  3. Mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
  4. Selamat dari azab dan bahaya
  5. Dijamin masuk surga

Rangkuman

  1. Jujur adalah mengucapkan atau melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya adalah dusta, yaitu mengucapkan atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataannya.
  2. Barangsiapa yang berbuat jujur, ia akan memperoleh kebaikan, dan sedang menuju surga. Jujur merupakan sebagian dari ruh agama.
  3. Jenis jujur dilihat dari perilakunya, yaitu; jujur dalam berbuat, jujur dalam perkataan, jujur dalam niat, jujur dalam berjanji.
  4. Karena melemahnya tekad kejujuran bisa melemah, kejujuran juga bisa melemah akibat pergaulan.
  5. Jujur bisa dilakukan di mana saja dan setiap saat.

Demikianlah materi Pendidikan Agama Islam tentang Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur. Semoga kita selalu berbuat jujur dalam menjalani kehidupan ini.

Baca Juga :