Ragam Kalimat Dalam Tata Bahasa Indonesia

Posted on

Materi Bahasa Indonesia yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah ragam kalimat dalam Tata Bahasa Indonesia.

Ragam Kalimat

Ragam kalimat sebenarnya merupakan macam-macam kalimat. Keragamannya disini didasari atas intonasi sebagai unsur suprasegmental yang menyertai pengucapan kalimat. 

Dengan intonasi inilah kita akan mengehtahui makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. Kita akan dapat mengehtahui bahwa kalimat yang diucapkan itu bermaksud memberi tahu, bertanya atau pun menyuruh.

Atas dasar intonasi, kalimat dibedakan menjadi kalimat:

  1. Berita
  2. Tanya
  3. Perintah

Penggolongan kalimat menjadi kalimat berita, tanya dan perinath ini juga merupakan ragam klimat atau macam – macam kalimat berdasarkan tanggapan yang mengikuti kalimat tersebut.

Kalimat Berita

Ragam klimat yang pertama adalah kalimat berita. Kalimat berita ini dalam pengucapannya tidak pernah memakai nada yang tinggi sekali, dan nada yang tinggi pun jarang dipergunakan. Hanya nada normal dan nada rendah saja yang dipakai.

Saudara-saudaraku selalu hidup rukun dan damai.Pada bahasa tulis kalimat berita ini diakhiri dengan tanda titik (.).

Ciri-ciri Kalimat Berita

  1. Kalimatnya berisi berita atau tujuan memberi tahu.
  2. Intonasi yang menyertai pengucapannya adalah intonasi netral yang diakhiri dengan nada rendah.
  3. Tanggapan pendengar terhadap kalimat tersebut terwujud isyarat pernyataan setuju dan tidak setuju. Jika tanggapan pendengar itu tidak setuju, ketidak setujuanya dapet berupa gelengan kepala atau pertanyaan, seperti:
  Tiga puluh tahun lagi dunia akan kiamat. – siapa bilang?    
  Pencuri yang hampir mati semalam telah melarikan diri. 
  – bagaimana mungkin?

Macam-macam Kalimat Berita

Kalimat berita mendukung pengungkapan suatau peristiwa. Pengungkapannya dapat secara langsung, atau tidak langsung.

Oleh sebab itu kalimat berita ada dua macam yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

Kalimat langsung : artinya diucapkan langsung oleh yang bersangkutan pada saat itu juga.

Pak Ali berkata, “ Harga BBM dan harga kebutuhan pokok akan selalu dijaga kestabilannya.”

“ Ibuku selalu sibuk dirumah.” Kata Denis.

Kalimat tidak langsung, yaitu diucapkan pada waktu berikutnya oleh orang lain setelah diucapkan oleh yang bersangkutan.

Penumpang GIA-DC9 yang disandra telah berhasil diselamatkan.

Ibu menyarankan agar engkau lebih hati  hati.

Kalimat Tanya

Ragam kalimat berikutnya adalah klimat tanya. Jika kita menginginkan keterangan dari orang lain kita dapat mengajukan pertanyaan. Pendengar atau lawan berbicara akan memberikan jawaban yangkita maksudkan.

Pada bahasa tulis, tanya ditandai dengan lambang tanda tanya (?) pada akhir kalimat.

Ciri-ciri Kalimat Tanya

  1. Kalimatnya berisi pertanyaan 
  2. Intonasi pada akhir kaliamt bernada naik.
  3. Tanggapan pendengar terhadap kalimat itu berupa jawaban dalam bentuk kalimat.
  4. Dapat menggunakan partikel kah.
  5. Dapat menggunakan kata tanya.

Kata tanya yang digunakan diletakan pada awal kalimat. Wujud kata Tanya yang digunakan sesuai dengan maksud pertanyaan.

Untuk menanyakan:

a. Manusia : siapa, untuk siapa, dari siapa, kepada siapa
b. Benda   : apa, dari apa, untuk apa   
c. Bilangan: berapa;   
d. Tempat  : di mana, kemana, dari mana
e. Waktu   : kan, bila, bila mana
f. Keadaan : bagaimana;
g. Sebab   : mengapa, apa sebab
h. Pilihan : mana

Macam-macam Kalimat Tanya

Kalimat Tanya isinya menanyakan sesusatu hal. Pertanyaan yang diajukan ada yang membutuhkan jawaban. Ada yang tidak membutuhkan. Atas dasar perlu tidaknya jawaban, kalimat Tanya dibedakan dalam.

Pertanyaan biasa : artinya pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari pihak pendengar (lawan berbicara). // Kapankah Pelita III Bekahir

Pertanyaan retoris : artinya pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban sebab jawabanya sudah diketahui pembicara. Biasanya pertanyaan retoris ini digunakan dalam pidato – pidato atau pertanyaan yang bersifat ejekan, kemarahan, dan sebagainya.

  • Bukankah kita mengharapkan agar masyarakat adil makmur segera tercapai?
  • Kamu akan belajar atau akan tidur ?

Sementara itu atas dasar jangkauan isi yang ditanyakan.

Kalimat Tanya juga dikelompokan menjadi :

  1. Pertanyaan total : artinya menanyakan seluruh  isi kalimat yang dimaksud, sehingga jawabanya hanya berupa ya atau tidak. Engkau yang meminjam buku saya? …..Ya.
  2. Pertanyaan partial :  srtinya menanyakan sebagian dari isi kalimat yang dimaksud, sehingga jawabanya akan melengkapi isi kalimat tersebut. Kapan buku itu akan kau kembalikan? ……Besok. (jawaban lengkapnya : buku itu akan saya kembalikan besok ).

Penjelasan :

Tidak setiap kalimat yang menggunakan kata tanya selalu termasuk kalimat tanya. Karena sering pula kata tanya digunakan sebagai kata sambung dalam kalimat berita ataupun perintah.

Misalnya : Saya tidak tahu mengapa ia tidak dating pagi ini.Tanyakan kepada ibu apakah kita juga  harus ikut.

Kalimat Perintah

Ragam kalimat berikutnya adalah kalimat perintah. Jika kita menginginkan agar orang lain melakukan suatu perbuatan, kita dapat mengggunakan kalimat perintah (kalimat suruh / kalimat imperative).

Pada bahasa tulis, kalimat perintah ini diakhiri dengan tanda seru (!). Jika perintah tersebut bersifat lemah, tanda seru boleh tidak dipergunakan. Misalkan: Kirim surat ini! Tolong kirimkan surat ini.

Ciri-ciri Kalimat Perintah

Ciri-ciri kalimat perintah tidak mutlak harus ada secara keseluruhan. Bahkan kadang-kadang ada yang tidak sesuai dengan ciri-ciri yang telah disebutkan.

Oleh karena itu, pada ciri-ciri ini dicantum kan pula yang tidak sesuai tersebut.

Ciri-ciri kalimat perintah tersebut adalah:

  1. Dapat menggunakan partikel lah, artinya ada juga yang tidak menggunakan lah. Ambilah buku itu! Ambil buku itu.
  2. Dapat mengunakan kata kerja yang berawalan, artinya ada juga yang menggunakan awalan. Jalan lurus! Berjalan lurus.
  3. Tanggapan yang positif terhadap kalimat tersebut berupa perbuatan atau tindakan.
  4. Intonasinya keras dan cepat. Tetapi jika perintahnya halus intonasinya pun halus lemah.

Macam-macam Kalimat Perintah

Sifat orang yang memerintah itu ada yang keras. Ada yang lembut sehingga ada permintaan. Isinya pun ada yang menyuruh, mengizinkan, melarang, atau bahkan ejekan.

Atas dasar sifat dan isi tersebut, kalimat perintah dibedakan menjadi.

  1. Perintah biasa: bersihkan lantrai kelasmu!
  2. Permintaan     : tolong ambilkan buku itu!
  3. Izin                    : masuklah kalau memang perlu!
  4. Ajakan              : marilah kita makan dulu!
  5. Larangan         : jangan kau gangggu adikmu!
  6. Ejekan : lawanlah kalau engkau berani!

Cara Memperluas Kalimat Perintah

Dengan cara:

  1. Memperendah nada dan melambatkan tempo bicarca.
  2. Menggunakan partikel lah.
  3. Menggunakan kata coba, tolong , silakan, harap, sudilah, hendaklah, sudi apakah kiranya.
  4. Dengan kata – kata yang mengenakan pendengar. Misalnya :Bijaksana sekali jika anda tidak mengganggu kami.

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Pada kalimat bagian berita telah kita ketahuia adanya kalimat langsung dan tak langsung.

Setiap kalimat langsung dapat diubah menjadi kalimat tak langsung. Perubahan kalimat langsung manjadi tak langsung ini lebih ditegaskan kepada pelaku kalimat tersebut, dan tanda baca yang digunakan.

Di bawah ini contoh (a) kalimat langsung, dan (b) kalimat tidak langsung.

  1. (a) ayah berkata, “ saya senang terhadap anak malas.” (b) ayah berkata, “bahwa ia tidak senang terhadap anak malas.”
  2. (a) “ sudah jam delapan sekarang, mat, “ tegur tono, “ mengapa belum bangun.” (b) Tono menegur amat “agar lekas bangun, sebab hari sudah jam delapan.”
  3. (a) Ibu menyuruh, “kau sapu halaman ini!” (b) Ibu menyuruh, agar kau menyapu halaman itu.

Demikianlah penjelasan singkat materi Bahasa Indonesia dengan pokok bahasan Ragam Kalimat dalam Tata Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :