Rumah Adat Aceh

Posted on

Rumah Adat Aceh – Pada artikel sebelumnya, edmodo.co.id sudah membahas tentang Rumah Adat Kalimantan Timur. Kali ini akan dibahas sejarah tentang Rumah Adat Aceh, Nama Rumah Adat Aceh, Gambar Rumah Adat Aceh, dan penjelesan lengkap rumah adat aceh. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan artikel berikut ini.

Rumah Adat Aceh

Tidak ada bedanya dengan rumah adat lainnya, setiap rumah adat tentu memiliki struktur bangunan dan filosofi serta artinya sendiri. Termasuk rumah adat Aceh. Rumoh adat Aceh biasanya berupa rumah panggung. Setiap pos memiliki panjang 2,5 – 3 meter.

Bentuk Rumoh adat Aceh adalah dalam bentuk persegi panjang yang biasanya memanjang dari timur ke barat. Bentuk rumah, yang meluas ke barat, memang dibuat sadar untuk memudahkan penentuan arah kiblat saat sholat. Mengingat posisi Kiblat di Indonesia, ia berada di barat.

Rumah-rumah adat aceh menjadi semakin langka. Kita bisa melihatnya di kantor museum di Kota Banda Aceh. Ada banyak peninggalan masa lalu seperti gelas, jingki, tempat-tempat beras, berandam dan sebagainya disimpan. Ciri khas adalah 44 pos dan 2 langkah di depan dan belakang.

Jumlah kutub yang digunakan tergantung pada kebutuhan ruang rumah itu sendiri. Jika ada tiga kamar, jumlah tiang adalah 16, dan jika ada lima kamar, jumlah tiang adalah 24, dll.

Rumah adat ini juga biasanya memiliki daun sagu, yang digunakan orang untuk atap rumah mereka. Sementara itu, masyarakat Aceh sendiri menggunakan kayu untuk tembok. Rumah Aceh ini biasanya memiliki 3 kamar dan bahkan hingga 5 kamar.

Memiliki pintunya tidak terlalu tinggi, jadi orang dewasa harus membungkuk ketika masuk, dan ruangan itu kosong tanpa kursi karena tamu atau anggota keluarga berkumpul atau berkunjung ke sini dengan duduk bersebelahan dan menggunakan tikar yang terbuat dari rawa tanaman merambat.

Fungsi Rumah Adat

Tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga ekspresi kepercayaan pada Tuhan dan adaptasi terhadap alam. Karena itu, kita bisa melihat pola kehidupan, budaya dan kepercayaan masyarakat Aceh.

Di sebuah bangunan rumah adat ini dengan 3 bagian ruang, 16 pos biasanya digunakan. Tiang dengan sejumlah 24 tiang digunakan untuk rumah dengan 5 bagian ruang. Karena pintu ke Aceh House lebih rendah daripada orang dewasa.

Biasanya, ketinggian pintu lebih besar daripada orang dewasa untuk memudahkan orang dewasa mengaksesnya, berbeda dengan ketinggian pintu depan Aceh, yang hanya sekitar 120 hingga 150 meter. Sehingga setiap orang yang ingin masuk harus tunduk terlebih dahulu.

Ada 3 Rumah Adat Aceh

1.Rumoh Aceh

Rumah adat Aceh adalah rumah adat suku Aceh. Dilaporkan dari Wikipedia, tipe rumah panggung ini dengan 3 bagian utama dan 1 bagian tambahan. Tiga bagian utama dari Rumah Aceh adalah seuramoë keuë (beranda), seuramoë teungoh (beranda di tengah) dan seuramoë likôt (beranda di belakang). Sedangkan 1 bagian tambahan adalah Rumoh Dapu (dapur rumah).

Fitur khusus lain dari Rumohs ini dari Aceh adalah penyangga rumah yang sangat tinggi, yang tingginya sekitar 2,5 hingga 3 meter. Luas bangunan setidaknya 200 m2, dengan ketinggian lantai hingga atap 8 m. Hal khusus tentang Rumoh dari Aceh ini adalah konstruksinya, di mana hanya serat kelapa, pasak dan irisan digunakan. Bahan utamanya adalah kayu, papan dan daun sagu untuk atap. Hingga hari ini, rumah Aceh ini masih besar setelah lebih dari 200 tahun pembangunan.

2.Rumoh Santeut

Rumoh Santeut (datar) atau tampong limong adalah rumah adat yang sering digunakan untuk tempat tinggal sehari-hari oleh masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah. Perbedaan Rumoh Santeut dengan Rumoh Aceh terletak pada ketinggian bangunan dan lantai setiap bagian rumah memiliki ketinggian yang sama, tidak seperti Rumoh Aceh dimana ruang tengah lebih tinggi dibandingkan dengan ruang depan dan belakang.

3.Rangkang

Strukturnya berbentuk rumah panggung, yang hanya terdiri dari satu ruangan. Kerang ini biasanya digunakan sebagai tempat relaksasi bagi petani saat bertani. Bahan dari mana Rangkang dibuat juga sangat sederhana: kayu biasa dan daun sagu untuk atapnya.

Ciri Khas Rumah Adat Aceh

Berikut ini adalah beberapa ciri khas rumah adat Aceh:

  • Siapkan tong air di bagian depan untuk membersihkan kaki mereka yang memasuki rumah. Karakteristik ini memiliki filosofi bahwa setiap tamu harus memiliki niat baik.
  • Struktur rumah panggung memiliki fungsi melindungi anggota keluarga dari serangan binatang buas.
  • Memiliki jumlah level ganjil adalah simbol dari sifat agama orang Aceh.
  • Memiliki banyak ukiran dan lukisan di dinding rumah; menyatakan bahwa orang-orang di Aceh adalah orang-orang yang mencintai keindahan.
  • Persegi panjang dan membentang dari barat ke timur; Tanda-tanda bahwa orang-orang di Aceh adalah komunitas agama.

Filosofi Rumah Adat Aceh

Filosofinya adalah sebagai berikut:

  • Bahan yang digunakan adalah bahan alami.
  • Bentuk rumah memanjang dari barat ke timur dan merupakan simbol bahwa orang-orang di Aceh selalu memikirkan pencipta dengan nilai agama yang tinggi.
  • Selalu ada satu tong air di setiap fasad rumah, filosofinya adalah untuk semua orang yang ingin memasuki rumah untuk selalu mencuci kaki karena orang-orang di Aceh selalu menghargai kebersihan.
  • Nilai agama juga bisa dilihat dalam sejumlah langkah ganjil.
  • Karena banyaknya jenis ukiran yang melambangkan masyarakat Aceh, mereka menyukai keindahan.
  • Rumah dalam bentuk panggung berarti tidak ada air yang menembus rumah saat banjir.

Bagian Bagian Rumah Adat Aceh

Rumoh Aceh, pada setiap daerah memiliki detail yang berbeda. Meskipun detailnya berbeda, Rumoh Adat Aceh umumnya memiliki komponen utama yang sama. Komponen utama rumoh Aceh adalah:

Seuramoe–Ukeu (Serambi Depan)


Di Aceh, Seuramoe-Ukeu berarti posisi rumah depan. Berfungsi sebagai tempat menerima tamu pria. Lebih khusus, beranda ini digunakan sebagai tempat tinggal bagi pria yang mengunjungi atau menginap.

Keupaleh (Gerbang)


Gerbang tidak wajib untuk rumah adat yang biasanya digunakan oleh orang Aceh yang lebih ekonomis.

Seuramoe-Likoot (Serambi belakang)


Sementara teras belakang dirancang khusus untuk tamu wanita, kamar ini bisa menjadi rumah sementara bagi tamu wanita yang berkunjung atau menginap.

Rumoh–Dapu (Rumah Dapur)


Rumoh Dapu memiliki arti rumah dapur sebagai tempat memasak, yang terletak di dekat teras belakang, lantai yang lebih rendah dari teras belakang.

Rumoh–Inong


Rumah ini juga dikenal sebagai rumah utama, yang terletak di antara beranda dan beranda dan dibagi menjadi dua bagian, yang dipisahkan oleh gang sebagai jalan penghubung antara beranda dan beranda.

Seulasa (Teras)


Dalam bahasa Indonesia, Seulasa berarti teras, yang berfungsi sebagai tempat untuk bersantai dan terletak di depan teras, yang bentuknya belum berubah hingga sekarang.

Kroong–Padee (Lumbung Padi)


Karena mayoritas penduduk Aceh terdiri dari petani, setiap rumah memiliki lumbung tempat produk pertanian disimpan. Itu dipisahkan dari rumah utama, tetapi mudah dijangkau di beranda.

Tamee (Tiang)


Ada beberapa tiang di rumah adat yang menggunakan total 16, 20, 24 tiang yang berbeda, beberapa juga mencapai 28 tiang. Apa yang membuatnya berbeda dari tiang-tiang rumah lainnya, tiang-tiang rumah di rumah-rumah adat Aceh dapat membuatnya lebih mudah untuk memindahkan rumah karena mereka tidak harus dihancurkan.

Tahapan Dalam Membangun Rumah Adat Aceh

  • Musyawarah

Musyawarah adalah tahap utama saat membangun rumah. Mereka dimaksudkan untuk memberi dan menerima saran dari anggota keluarga dan mencakup seberapa baik sebuah rumah seharusnya dibangun.

  • Pengadaan Bahan


Menurut hasil musyawarah, bahan untuk pembangunan rumah utama adalah kayu, jerami, trieng dan sebagainya. Bahan-bahan ini diperoleh melalui kerja sama timbal balik antara penghuni dan ketika memotong kayu untuk mencari kayu yang tidak mempengaruhi jenis kayu lainnya saat penebangan.

  • Pengolahan Bahan


Setelah semua material terkumpul, proses selanjutnya adalah mengatur material seperti menggabungkan kayu, merakit rangka atap dan menata atap, dll.

  • Pendirian Rumah


Dan langkah terakhir adalah membangun rumah dengan menyatukan semua bahan yang telah diproses sebagai desain. Pemilik rumah mengatur penempatan ornamen ketika rumah selesai. Rumah itu siap hidup.

Lukisan Rumah Adat Aceh

Salah satu ciri khas Aceh itu sendiri adalah rumah Aceh atau rumah adat Aceh, atau orang Aceh menyebutnya Rumoh Aceh. Rumoh Aceh atau Rumoh adat Aceh adalah rumah panggung dan memiliki 20 kolom utama dan ketinggian lantai kira-kira. 2 meter.

Rumah Aceh biasanya menghadap ke barat atau ke arah umat Islam dan di rumah Aceh sendiri ada 2 beranda atau di Aceh disebut Seuramou dan 1 kamar yang disebut Rumoh Ineong, Rumoh Ineong sendiri lebih tinggi dari lantai rumah dan di depannya ada jendela ke barat dan untuk sampai ke rumah Anda harus naik tangga di depan rumah.

Keunikan Rumah Adat Aceh

Keunikan rumah Aceh, yang terletak di atapnya, mengikat tali hitam atau serat palem yang harus menyatukan atap yang terikat tidak memiliki kegunaan yang sangat berguna, misalnya, jika terjadi kebakaran di atap, pemilik rumah hanya memotongnya. agar seluruh atap rumah tertutup Terkoneksi atau terpusat pada tali, saya langsung jatuh atau roboh untuk menghindari kebakaran kayu dan untuk meminimalisir efek dari bencana yang telah terjadi.

Pembangunan rumah-rumah Aceh harus menghadap utara dan selatan sehingga sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke kamar-kamar di sisi timur atau barat.

Demikianlah pembahasan tentang Rumah Adat Aceh, nama-nama, gambar , ciri khas, filosofi dan penjelasan lengkapnya.

Baca Juga :