Variabel, Pengukuran, Skala Pengukuran, Dan Pemilihan Teknik Statistika

Posted on

Variabel, Pengukuran, Skala Pengukuran, Dan Pemilihan Teknik Statistika – Sahabat-sahabat edmodo.co.id, pada artikel kali ini kita akan membahas studi bagaimana kita bekerja dengan data untuk keperluan penelitian yang pada akhirnya digunakan untuk mengambil suatu kebijakan. Salah satunya adalah bagaimana cara kerja skala pengukuran variable.

Agar kebijakan tidak salah, tentunya data juga tidak boleh keliru, maka kita harus mengerti bagaimana data itu diambil. Dan sudah jelas kita harus mengetahui, apa itu varibel, apa itu pengukuran, apa itu skala pengukuran serta pemilihan teknik analisisnya. Mari kita simak penjelasan-penjelan berikut.

Variabel

Suatu kegiatan yang pokok dari ilmu pengetahuan merupakan menjelaskan tentang perbedaan atau hubungan antar variabel. Variabel adalah konsep yang mempunyai nilai yang berubah-ubah atau mempunyai variasi nilai keadaan, kategori, atau kondisi diri.

Konsep adalah definisi dari apa yang perlu diamati atau diteliti. Konsep menentukan variabel-variabel mana yang ada hubungan empiriknya atau diamati secara empirik.

Pendefinisian secara konseptual dan operasional suatu variabel diartikan sebagai proses penentuan batasan atau penjelasan ilmiah yang didasarkan pada kajian teori yang mendasari variabel tersebut. Definisi konseptual adalah penjelasan secara abstrak suatu fenomena atau variabel tertentu.

Sedangkan definisi operasional adalah penjelasan secara jelas, rinci, dan spesifik dari suatu variabel sehingg variabel tersebut dapat diukur. Definisi operasional berkaitan dengan sekor yang mencerminkan definisi atau indikator dari variabel yang diukur.

Variabel dapat dibedakan berdasarkan jenis data atau fungsinya dalam penelitian.

Berdasarkan jenis datanya variabel terbagi atas variabel diskrit dan vaviabel kontinu, sedangkan berdasarkan fungsinya variabel dibedakan menjadi lima macam yaitu itu: variabel bebas, variabel tak bebas variabel, variabel kontrol, variabel moderator dan variabel intervening.

Berdasarkan Jenis Data

Berdasarkan jenis data, variabel dapat dibedakan atas variabel diskrit dan variabel kontrol. Variabel diskrit adalah variabel yang harga atau nilainya terputus atau tidak dapat ditampilkan dalam bentuk pecahan.

Nilai variabel diskrit pada umumnya diperoleh melalui proses membilang, misalnya menghitung jumlah kemasukan gol dalam satu pertandingan sepak bola tidak mungkin jumlah kemasukannya menjadi 2,60 goal atau 3,70 goal.

Penampilan variabel ini dalam bentuk dua kategori atau lebih dari dua kategori. Apabila dua kategori disebut dikotomi, misalnya variabel jenis kelamin terdiri atas pria dan wanita.

Sedangkan apabila lebih dari dua kategori disebut politomi, misalnya pada jenis pekerjaan terdiri atas PNS, TNI, wirausaha, pedagang, petani dan nelayan.

Variabel kontinu adalah variabel yang nilainya rapat atau dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal. Pada variabel kontinu berlaku postulat bilangan rasional, yakni diantara dua bilangan rasional terdapat tak berhingga bilangan rasional lainnya.

Contoh variabel kontinu adalah umur, tinggi badan, berat badan, denyut jantung dan suhu badan.

Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya dalam konstelasi variabel penelitian, variabel terdiri atas variabel: bebas, tak bebas, kontrol, moderator dan intervening.

Variabel bebas atau biasa disebut dengan variabel indevenden, stimulus, prediktor, atau antecedent. Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi variabel lain. Sedangkan variabel tak bebas atau biasa disebut variabel dependen, respon, atau kriteria.

Variabel tak bebas merupakan variabel yang sangat dipengaruhi oleh variabel yang lain nya, misalnya kemampuan spatial memengaruhi hasil belajar geometri dimensi tiga.

Jadi kemampuan spatial adalah variabel bebas sedangkan hasil belajar geometri dimensi tiga adalah variabel tak bebas.

Variabel kontrol adalah variabel yang ikut memengaruhi variabel tak bebas dan pengaruhnya dikontrol atau dinetralisir.

Misalnya, jika hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara gaya belajar dan prestasi, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap prestasi, padahal disadari bahwa variabel IQ juga mempengaruhi terhadap prestasi.

Oleh karena itu, IQ hendaknya dikontrol, dalam hal ini IQ dinamakan variabel kontrol.

Variabel Moderator

Variabel moderator adalah variabel lain yang dianggap berpengaruh terhadap variabel terikat tetapi tidak mempunyai pengaruh utama.

Misalnya ketika kita menguji pengaruh pengetahuan statistika (X1), pengetahuan metodologi (X2), dan penguasaan substansi bidang ilmu (X3) terhadap kualitas tesis mahasiswa (Y). Apabila gender (X4) juga memengaruhi tetapi bukan pengaruh utama, maka gender atau jenis kelamin adalah variabel moderator.

Variabel intervening atau variabel antara merupakan suatu variabel yang sangat dipengaruhi juga oleh variabel bebas kemudian dia mempengaruhi variabel tak bebas.

Jika variabel antara diselidiki, hubungan statistik yang semula tanpa antara variabel bebas dengan variabel terikat menjadi lemah atau bahkan lenyap.

Misalnya, sikap positif terhadap mata kuliah (X) akan meningkatkan aktivitas mahasiswa (Z), sementara meningkatnya aktivitas akan memengaruhi prestasi akademik mahasiswa (Z).

Dalam hal ini, aktivitas mahasiswa adalah termasuk variabel intervening, karena apabila variabel aktivitas diselidiki atau berfungsi maka pengaruh variabel sikap menjadi lemah atau bahkan lenyap pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa.

Pengukuran

Pengukuran merupakan kegiatan awal yang paling penting dalam analisis statistika. Pengukuran terhadap variabel diartikan sebagai penentuan attribut atau variasi nilai, atau taraf ukuran dari variabel yang akan diukur.

Hasil pengukuran menyediakan data yang selanjutnya akan diolah dengan teknik analisis statistika tertentu.

Esensi pengukuran adalah suatu kegiatan untuk memberikan angka terhadap suatu objek atau proses memasangkan fakta-fakta suatu objek dengan satuan ukuran tertentu dalam bentuk angka atau bilangan.

Misalnya untuk memberikan gambaran mengenai suhu badan seorang anak, kita memberikan suatu angka yang dapat mendeskripsikan suhu badan yang diperoleh dengan cara mengukur suhu badan anak tersebut dengan termometer.

Misalkan kita menerima informasi bahwa suhu badan seorang anak “panas sekali”. Informasi tersebut akan memberikan informasi yang tidak cukup akurat mengenai suhu, karena besarnya subjektivitas makna suhu itu.

Skala Pengukuran Variabel

Akan tetapi bila kita menyatakan bahwa suhu badan anak tersebut adalah 450C, maka angka tersebut memberikan gambaran kuantitatif yang lebih objektif mengenai suhu yang kita maksudkan.

Makna suatu angka atau bilangan merupakan fungsi atau tanggung jawab kegiatan pengukuran.

Kegiatan pengukuran berkewajiban menjamin bahwa data dalam bentuk angka atau bilangan hasil pengukuran adalah data yang valid, bahwa angka 280C memiliki makna yang berbeda dengan angka 450C.

Validasi penelitian sangat tergantung pada kualitas data yang diperoleh, ketika bekerja dengan data yang tidak baik akan menghasilkan analisis dan interpretasi data yang tidak berguna, karena tidak menggambarkan keadaan objek penelitian yang sesungguhnya.

Berikut ini akan dibahas lebih lanjut tetang skala pengukuran variabel.

Skala Pengukuran

Skala pengukuran variabel sangat penting untuk di ketahui. Pada garis besarnya terdapat empat macam skala pengukuran yang penting untuk diketahui, yaitu skala nominal, ordinal, interval dan rasio.

a. Skala Nominal

Skala nominal adalah pengelompokan kategorisasi, identifikasi kejadian atau fenomena ke dalam kelas-kelas atau kategori sehingga yang masuk ke dalam suatu kelas atau kategori adalah sama dalam hal atribut atau sifat.

Kelas atau kategori tersebut hanya nama untuk membedakan suatu kejadian atau peristiwa dengan kejadian atau peristiwa lain. Perbedaan angka hanya menunjukkan adanya objek atau subjek yang terpisah dan tidak sama. Skala nominal akan menghasilkan data diskrit.

Sebagai contoh klasifikasi jenis kelamin atas Pria = 1, Wanita = 0, nomor punggung pemain sepakbola, pengelompokan jenis pekerjaan dan lain-lain.

b. Skala Ordinal

Suatu hasil pengukuran disebut berada pada level ordinal apabila angka yang berfungsi menunjukkan adanya penjenjangan atau ranking.

Perbedaan angka yang dimiliki suatu objek dari yang lain tidaklah menunjukkan adanya perbedaan kuantitatif melainkan perbedaan jenjang kualitatif saja.

Bila terdapat jenjang 1,2, 3 maka kita tidak dapat mengatakan bahwa jarak 3-2 = 2-1, tetapi hanya berlaku bahwa 3 > 2 atau 2 > 1 atau 3 > 1. Jarak panjang antara dua angka berurutan tidak selalu sama.

Sebagai contoh urutan nomor rumah, kita mengetahui nomor 24 dan 126 itu misalnya ada di arah yang sama dari nomor 10, dan banyak rumah antara nomor 24 dan nomor 126 lebih banyak daripada antara nomor 10 ke nomor 24 dan belum tentu jarak antara nomor 24 ke nomor 126 lebih jauh daripada jarak nomor 10 ke nomor 26.

c. Skala Interval

Hasil ukur berskala interval adalah hasil pengukuran ordinal yang memiliki jarak anatara jenjang yang tetap (selalu sama). Jadi dalam deretan angka 2,3,4,5,6,7 maka kita dapat mengatakan jarak 5 – 3 sama dengan jarak 7 – 5 atau 6 – 4.

Skala ini tidak memiliki harga nol mutlak sehingga jika seorang peserta didik mendapat nilai 0 dari hasil tes statistika tidak berarti peserta didik tersebut sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang statistika.

d. Skala Rasio

Level rasio pada dasarnya adalah level interval yang memiliki harga nol mutlak, artinya harga nol pada skala ini memang menunjukkan bahwa attribut yang diukur sama sekali tidak ada pada obyek yang bersangkutan.

Misalnya titik nol pada mistar, berarti benda tidak mempunyai panjang atau titik nol pada pengukuran suhu berarti benda tidak mempunyai suhu.

Pemilihan Teknik Statistika

Pada penjelasan skala pengukuran variabel diatas sudah dijelaskan dengan lengkap. Pemahaman yang benar tentang skala pengukuran akan membantu peneliti memilih jenis statistika yang tepat untuk mengananalisis data penelitian yang telah diperoleh.

Pemilihan teknik analisis statistika deskriptif dan inferensial dalam penelitian didasarkan pada skala hasil pengukuran nominal, ordinal, interval, dan rasio. Di bawah ini tabel penggunaan analisis statistika deskriptif dan inferensial.

Demikianlah sobat edmodo.co.id untuk penjelasan tentang Skala Pengukuran Variabel , Pengukuran, Skala Pengukuran, Dan Pemilihan Teknik Statistika. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :