Bentuk Kata Dalam Bahasa Indonesia

Posted on

Bentuk Kata Dalam Bahasa Indonesia – Sahabat-sahabat semua, pada postingan di edmodo.co.id kali ini kita akan membahas materi bahasa Indonesia tentang tata bahasa Indonesia yang meliputi Pengertian Kata, Macam-macam Bentuk Kata, Kata Dasar, Kata Jadian, Kata Berimbuhan, Kata Ulang, Kata Majemuk. Di dalam materi tata bahasa Indonesia terdapat sub materi bentuk kata.

Macam-macam dari bentuk kata dalam tata bahasa Indonesia, yaitu kata dasar dan kata jadian. Ayo ikuti penjelasannya pada artikel berikut.

Pengertian Kata

Pengertian kata adalah bagian terkecil yang dapat berdiri sendiri dalam hubungan kalimat yang lengkap.

Jika suatu kalimat kita penggal-penggal akhirnya kita akan mendapatkan satu penggal terkecil yang dapat berdiri sendiri.

Syauqie pergi bersama Aulia.
Terdiri dari kata: Syauqie, pergi, bersama, Aulia.

Selain mendapatkan bagian terkecil dari suatu kalimat, kata juga dapat dibentuk oleh unsur-unsur yang terkecil atau yang lebih kecil. Kata bersama, bersamaan, disamakan terbentuk dari unsur yang lebih kecil yaitu sama.

Kata sama merupakan kata yang masih asli atau kata dasar; sedangkan kata bersama, persamaan, disamakan merupakan kata bentukan atau kata jadian yang dibentuk dengan memberikan awalan dan akhiran.

Macam-macam Bentuk Kata

Bentuk kata adalah wujud dari kata itu sendiri. Dapat berwujud masih asli, dapat pula sudah mengalami perubahan dari aslinya.

Kata yang masih asli disebut kata dasar dan kata yang mengalami perubahan disebut kata jadian.

Kata Dasar

Kata dasar ialah kata yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. kata dasar ini dapat terdiri dari satu suku kata, dua suku kata, tiga suku kata dan seterusnya.

Meskipun demikian kata dasar pada bahasa Indonesia yang terbanyak terdiri dari dua suku kata.

Kata dasar :

1 suku kata: dan, hal, yang, bab
2 suku kata: ambil, untuk, baca
3 suku kata: merdeka, jendela karena, bahasa
4 suku kata: kemudian, keluarga, sejahtera
5 suku kata: senantiasa

Kata Jadian

Kata jadian atau kata turunan ialah kata yang sudah mengalami perubahan dari bentuk asalnya. Perubahan itu dapat terjadi karena mendapat imbuhan, karena diulang, atau digabung dengan kata lain.

Karena itulah kata jadian dikelompokkan menjadi tiga yaitu kata berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk.

Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan. Imbuhan atau afiks itu meliputi:
1. Awalan atau prefik
2. Sisipan atau infik
3. Akhiran atau sufik
4. Simultan awalan dan akhiran atau konfiks

Imbuhan atau afiks tersebut diletakan pada kata dasar sehingga terbentuklah kata berimbuhan. Proses melekatnya afiks pada kata dasar disebut afiksasi.

1. Prefik / Awalan
Prefik atau awalan adalah imbuhan yang melekat pada awal kata.

Macam-macam prefiks dan fungsinya:
a. yang berfungsi membentuk kata benda:
pe- = pemimpin, pelajar

b. yang berfungsi membentuk kata kerja:
me- = mengenang, membaca
di- = ditulis, diambil
ber- = bernyanyi, berjalan
ter- = tercapai, terjatuh

c. yang berfungsi membentuk kata sifat:
ter- = terbaik, terpelajar.

2. Infik / Sisipan
Infik atau sisipan ialah Imbuhan yang disisipkan di tengah kata. Wujud sisipan itu adalah -em-, -el-, -er-.

Sisipan dalam bahasa Indonesia bersifat improduktif, artinya sudah tidak produktif lagi dalam pemakaiannya, karena sudah sering dianggap sebagai bagian kata dasar itu sendiri dan tidak dipandang sebagai sisipan lagi.

-em- = gemerlap, gemuruh
-el- = pelatuk, telunjuk
-er- = gerigi, merasuk

3. Sufik / Akhiran
Sufik atau akhiran adalah Imbuhan yang melekat pada akhir kata.

Macam-macam sufik dan fungsinya:
a. yang berfungsi membentuk kata benda:
-an = tulisan, jangkauan
-nya = sakitnya, makannya

b. yang berfungsi membentuk kata kerja:
-i = gambari, pagari
-kan = cangkulkan, nyanyikan

4. Konfiks
Konfiks adalah gabungan dua macam imbuhan yang bersama-sama membentuk satu arti. Konfiks berbeda dengan imbuhan gabung.

Konfiks:
• Kedua imbuhan tersebut membentuk satu arti
• Peletakannya secara berbarengan (simultan)

Contoh:
diberitakan = berita + (di-kan)
berkejaran = kejar + (ber-an)

imbuhan gabung:
• Masing-masing imbuhan tetap mepertahankan arti
• Perkataannya secara berurutanhati istri tua perangkatnya secara berurutan

Contoh:
diambilkan = ambil – diambil – diambilkan (ambil + di + kan)
berpakaian = pakai – pakaian – berpakaian (pakai + an + ber)

Macam-macam Konfiks dan Fngsinya

a. yang berfungsi membentuk kata benda:
ke-an = kepercayaan, kebersihan
pe-an = pengabdian, pendidikan
per-an = perjalanan, berhubungan

b. yang berfungsi membentuk kata kerja:
me-kan = menjalankan, melaksanakan
di-kan = diusahakan, diartikan
me-i = menangani, menyetujui
di-i = dinasehati, diobati
ber-an = berkenalan, berlomptan
ke-an = kesiangan, kehujanan

Contoh Afiks / Imbuhan
a. Merupakan bentuk terikat, artinya yang tidak dapat berdiri sendiri.
b. Hubungan afiks dengan kata dasar sangat erat, artinya tidak dapat disisipi kata lain.
c. Tidak memiliki arti yang tetap ataupun arti leksikal.

Contoh menentukan afiks atau bukan afiks
1. -an pada tulisan
a. -an tidak dapat berdiri sendiri
b. tulis dengan -an tidak dapat disisipi kata lain
c. tidak memiliki arti leksikal karena arti -an tidak terdapat dalam kamus. -an pada tulisan berarti hasil tetapi pada kata lain artinya pun lain.
Jadi -an adalah afiks

2. -lah pada tulislah
a. -lah tidak dapat berdiri sendiri
b. antara kata tulis dengan lah dapat disisipi kata lain misalnya tulis saja-lah.
Karena ada yang tidak sesuai dengan ciri-ciri afiks maka lah bukab afiks.

Kata Ulang

Kata ulang ialah kata yang di dalamnya terdapat unsur kata dasar yang diulang. Pengulangannya dapat hanya sebagian kata dasar, dapat keseluruhan atau pun bervariasi.

Macam-macam Kata Ulang

1. Kata ulang murni, artinya mengulangi seluruh kata dasarnya.
rumah – rumah-rumahan
murid – murid-murid

2. Kata ulang sebagian, artinya hanya mengalami sebagian kata dasarnya.
Jika hanya mengurangi suku awal saja bisa disebut reduplikasi.
luhur – leluhur
tira – tetira

3. Kata ulang berimbuhan, artinya mengurangi kata dasar dan sekaligus menambahkan imbuhan.
pukul – pukul-memukul
buah – buah-buahan

Kata ulang bervariasi fonem, adanya mengulangi kata dasar dengan mengalami perubahan fonem baik vokal atau konsonan.
Variasi vokal = gerak – gerak-gerik
Variasi konsonan = ramah – ramah-tama

Ciri-ciri Kata Ulang:
a. ada kata dasar yang diulang
b. ada hubungan arti dengan kata dasarnya
c. tidak mengubah jenis katanya

Contoh menentukan kata ulang atau bukan kata ulang

1. Sayur-mayur
a. kata dasar yang diulang ada yaitu kata sayur
b. artinya ada; sayur berarti daun, sayur-mayur juga daun.
c. jenis katanya tidak berubah; sayur-mayur juga kata benda.
Jadi sayur-mayur adalah kata ulang.

2. Teka-teki
a. kata dasar yang diulang misalnya teki
b. hubungan arti tidak ada; teki berarti nama rumput, teka-teki berarti pertanyaan.
Jadi teka-teki bukan kata ulang melainkan kata dasar.

Kata Majemuk

Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan arti baru.

Macam-macam Kata Majemuk
1. Kata majemuk setara (konspiratif), artinya masing-masing kata sebagai unsur memiliki kedudukan yang setara atau sejajar.

kaki tangan, susah payah
panjang lebar, siang malam,

2. Kata majemuk tak setara dari (determinatif), artinya unsur-unsurnya berkedudukan tidak setara.

orang tua, meja hijau,
anak sungai, air mata,

3. Kata majemuk dengan unsur unik, artinya unsur unik tersebut tidak dapat berdiri atau tidak akan digunakan jika tidak bersama pasangannya.

terang benderang, tua renta
kering kerontang, gunda gulaa,

Penjelasan:
Unsur unik tersebut tidak dapat dipakai dalam bahasa pergaulan jika tidak bersama pasangannya. Tetapi pada bahasa puisi kadang-kadang muncul unik ini tampil tanpa pasangannya untuk keperluan estetis.

Unsur unik benderang tidak dapat digunakan tanpa kata terang. Juga unsur unik kerontang tidak mungkin dipakai jika tidak bersama pasangan kata kering

Ciri-ciri Kata Majemuk
 tidak dapat ditukar atau diubah susunannya.
susah payah tidak dapat diubah menjadi payah susah

 unsur-unsurnya tidak dapat diganti dengan unsur lain.
susah payah tidak dapat diganti susah letih

 hasil gabungan unsur-unsur yang membentuk arti baru.
susah payah berarti usaha.
membanting tulang berarti bekerja keras.

 hubungan unsur-unsurnya sangat erat tidak dapat disisipi kata lain. Jika unsur-unsur ini dapat disisipi kata lain bukan kata mejemuk melainkan kelompok kata.
orang tua berarti ayah ibu termasuk kata majemuk.
orang tua berarti orang yang tua termasuk kelompok kata.

Demikianlah penjelasan tentang Bentuk Kata Dalam Bahasa Indonesia. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.

Baca Juga :