Bentuk, Penyebab dan Faktor Terjadinya Perubahan Sosial

Posted on

Perubahan Sosial Budaya – Perubahan sosial merupakan transformasi budaya dan institusi sosial yang merupakan hasil dari proses yang berkesinambungan dan meninggalkan kesan positif dan negatif.

Di era globalisasi sekarang ini proses persebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi sangat cepat mendunia baik melalui media cetak maupun elektronik.

Bentuk perubahan sosial

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dibedakan atas beberapa bentuk, yaitu: perubahan evolusi dan revolusi, perubahan yang dikendaki dan tidak dikehendaki, perubahan kecil dan besar.

Perubahan Evolusi dan Revolusi

Berikut adalah perubahan evolusi dan revolusi:

Perubahan evolusi adalah perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam waktu yang lama tanpa kemauan tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.

Perubahan ini didorong oleh upaya masyarakat untuk beradaptasi dengan kebutuhan hidup terhadap perkembangan masyarakat di waktu tertentu.

Perubahan revolusi adalah perubahan cepat tanpa niat atau rencana sebelumnya. Perubahan ini bisa terjadi karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali.

Sebelum revolusi, biasanya ada ketegangan dan konflik sosial. Misalnya peristiwa Revolusi Industri Inggris pada fase produksi yang semula tidak memiliki mesin diubah menjadi fase produksi berbasis mesin.

Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki disebut perubahan terencana, dan perubahan yang tidak dikehendaki disebut perubahan tidak terencana.

Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi berdasarkan perkiraan atau rencana oleh pihak-pihak yang memerlukan perubahan tersebut.

Misalnya, perubahan yang dilakukan oleh pemerintah melalui undang-undang untuk mencegah anggota parlemen berfungsi sebagai PNS.

Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang dilakukan di luar kemauan dan pengawasan masyarakat. Perubahan ini biasanya mengarah pada konflik yang berdampak buruk pada kehidupan masyarakat yang terlibat.

Misalnya, perubahan yang tidak diinginkan oleh masyarakat tetapi tidak dapat dihindari, mempersingkat prosesi adat pernikahan yang membutuhkan banyak uang dan waktu.

Perubahan Kecil dan Besar

Perubahan kecil dan besar memiliki batasan yang sangat relatif. Perubahan kecil diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada elemen struktur sosial yang tidak berdampak langsung atau signifikan terhadap masyarakat.

Misalnya, perubahan pakaian, rambut, sepatu, dll. yang tidak terlalu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengubah sistem sosial.

Sedangkan perubahan besar adalah menyangkut elemen struktur sosial yang berdampak langsung atau signifikan terhadap masyarakat.

Misalnya, bertani dengan mesin pertanian (traktor) merupakan perubahan masyarakat agraris yang berdampak besar.

Perubahan sosial budaya tidak dapat terjadi dengan sendirinya pasti ada penyebabnya. Masyarakat dapat berubah ketika sesuatu yang baru atau lama dianggap tidak berfungsi.

Penyebab dan Faktor Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

Penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dibagi dua, yatu perubahan dari dalam masyarakat dan perubahan dari luar masyarakat.

Perubahan dari Dalam Masyarakat

Perubahan dari dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

Perubahan Penduduk

Perubahan yang dimaksud adalah karena perubahan populasi. Pertumbuhan penduduk menyebabkan perubahan pemukiman. Pemukiman, yang awalnya terpusat di lingkungan kerabat, berubah karena alasan pekerjaan.

Penurunan jumlah penduduk juga menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Contoh perubahan demografis adalah transmigrasi dan urbanisasi.

Pemberontakan atau Revolusi

Adanya pembrontakan G 30 S/PKI pada tahun1965 menyebabkan perubahan sosial budaya terutama dalam sistem politik di Indonesia.

Mulai saat itu ajaran komunis di Indonesia dilarang karena tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar berkehidupan dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

Peranan Nilai yang Diubah

Perubahan nilai juga disebabkan oleh perubahan peran nilai dalam masyarakat. Misalnya, adanya program KB dapat menghambat pertumbuhan penduduk.

Sebelum adanya program KB, masyarakat biasanya menginginkan banyak anak, namun setelah adanya program KB, masyarakat disadarkan untuk membatasi kelahiran anak demi masa depan dan kesejahteraan anak itu sendiri.

Peran Tokoh Kharismatik

Kehadiran tokoh-tokoh karismatik bisa mengubah kehidupan masyarakat. Misalnya, sebagai Presiden Republik Indonesia, Soekarno memiliki kharismatik dihadapan rakyat karena kepiawaiannya menyampaikan pidato-pidato yang baik.

Penemuan Baru

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mempengaruhi dan membawa perubahan pada masyarakat. Misalnya penemuan mobil.

Penemuan ini akan mengarah pada status sosial. Orang yang tidak memiliki mobil mungkin memiliki status sosial yang lebih rendah daripada orang yang memiliki mobil.

Perubahan dari Luar Masyarakat

Perubahan sosial dan budaya dapat terjadi karena adanya unsur-unsur di luar masyarakat seperti faktor geografis, budaya dan politik.

Pengaruh eksternal dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam perubahan sosial budaya di masyarakat. Pengaruh dari luar masyarakat adalah sebagai berikut:

Pengaruh dari luar masyarakat adalah sebagai berikut: pengaruh lingkungan alam; kebudayaan masyarakat lain; dan peperangan.

Selain disebabkan oleh beberapa hal di atas, perubahan sosial dan budaya juga terjadi karena faktor-faktor penyebabnya. Faktor penyebab terjadinya perubahan sosial dan budaya terdiri dari faktor pendorong dan penghambat.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial dan Budaya

Faktor pendorong perubahan sosial dan budaya adalah sebagai berikut: a) timbunan kebudayaan dan penemuan baru; b) perubahan jumlah penduduk; c) pertentangan atau konflik; d) terjadinya pemberontakan atau revolusi; e) sistem terbuka lapisan masyarakat; f) sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju; g) sistem pendidikan formal yang maju; h) orientasi ke masa depan; i) akulturasi; j) asimilasi

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

Faktor-faktor penghambat dari perubahan sosial dan budaya adalah: a) terhambatnya perkembangan ilmu pengetahuan; b) sikap masyarakat yang masih sangat tradisional; c) hubungan dengan masyarakat lain kurang; d) adanya kepentingan yang mengakar; e) ketakutan akan kegoyahan dalam integrasi budaya; f) hambatan ideologis; g) adat kebiasaan; h) prasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup itu buruk, susah dan tidak mungkin diperbaiki.

Dampak Perubahan Sosial Budaya

Faktor-faktor perubahan sosial budaya ini akan berdampak negatif dan positif langsung maupun tidak langsung. Kita tidak khawatir jika perubahan yang terjadi bersifat positif, karena perubahan positif akan berdampak baik. Namun, kita perlu berhati-hati terhadap dampak negatif yang terjadi.

Semoga bisa dipahami dan bermanfaat.

Baca Juga: