Gangguan Sistem Ekskresi Manusia: Ginjal, Hati dan Kulit

Posted on

Gangguan Sistem Ekskresi Manusia – Setelah sebelumnya kita membahas mengenai Fungsi dan Organ Sistem Ekskresi pada Manusia dan Proses Pembentukan dan Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai gangguan sistem eksresi manusia yang terdiri dari sistem ekskresi ginjal, sistem ekskresi hati dan sistem ekskresi kulit.

Gangguan Sistem Ekskresi Ginjal

Gangguan sistem eksresi manusia yang pertama dibahas adalah sistem ekskresi ginjal. Beberapa gangguan dan kelainan pada ginjal diantaranya sebagai berikut:

Nefritis

Nefritis merupakan peradangan pada nefron ginjal di bagian glomerulus akibat infeksi bakteri streptococcus. Nefritis menyebabkan urea dan asam urat masuk ke dalam darah, maka menyebabkan uremia. 

Terganggunya reabsorpsi air akan mengakibatkan penimbunan air pada kaki sehingga terjadi pembengkakan kaki atau edema. Apabila nefritis ini tidak segera terobati, maka dapat mengakibatkan gagal ginjal.

Sistitis

Sistitis merupakan peradangan pada membran mukosa yang melapisi kandung kemih akibat infeksi bakteri atau peradangan ginjal yang meluas ke kandung kemih.

Batu Ginjal/Batu Saluran urine

Batu ginjal merupakan gangguan akibat adanya endapan garam kalsium di dalam pelvis renalis, tubulus, atau kandung kemih.

Kandungan batu ginjal, yaitu kristal kalsium fosfat, kalsium oksalat dan asam urat. Batu ginjal menyebabkan urine susah keluar dan timbul rasa nyeri. 

Batu ginjal dapat disebabkan karena kelainan hormon paratiroid sehingga ekskresi kalsium dan fosfat bertambah, terlalu banyak mengkonsumsi mineral terutama kalsium dan fosfor, konsumsi obat-obatan yang mengandung asam urik, kegiatan yang berlebihan disertai dehidrasi dan kurangnya konsumsi air.

Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan gangguan pada ginjal berupa kegagalan ginjal dalam melakukan fungsinya secara normal. Gagal ginjal dibagi menjadi gagal ginjal akut dan kronis. 

Gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh pendarahan muntaber, luka bakar, racun atau adanya batu atau tumor yang menyumbat saluran kemih. 

Gagal ginjal kronis merupakan keadaan rusak dan menurunnya fungsi ginjal yang dapat disebabkan oleh pyelonefritis, batu ginjal, atau kelainan bawaan. 

Gagal ginjal menyebabkan proses penyaringan darah terganggu jika kedua ginjal tidak berfungsi maka gejala sulit melakukan penyaringan darah. 

Akibatnya kadar urea dalam tubuh meningkat. Kadar urea yang tinggi dapat meracuni tubuh dan dapat mengakibatkan kematian.

Diabetes Melitus

Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit yang ditandai adanya kadar gula (glukosa) yang tinggi dalam darah. 

Diabetes melitus terjadi karena hormon insulin di dalam tubuh sangat rendah sehingga menyebabkan perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu, sehingga glukosa dalam darah meningkat. 

Penderita diabetes melitus selalu merasa kehausan, sering mengeluh sakit kepala, mual dan muntah.

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus merupakan penyakit akibat kekurangan hormon ADH (Antidiuretik Hormon). 

Kekurangan hormon menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap air yang masuk ke dalam tubuh, sehingga penderita selalu ingin kencing, hampir sebanyak 20 kali sehari. 

Diabetes insipidus dapat menyebabkan dehidrasi rasa haus terus menerus dan tekanan darah rendah. 

Albuminuria

Albuminuria merupakan suatu penyakit akibat adanya kerusakan membran pada kapsula Bowman sehingga menyebabkan urine mengandung protein (albumin). Urine normal seharusnya tidak mengandung senyawa protein asam amino, ataupun glukosa. 

Hematuria

Hematuria merupakan penyakit pada saluran kemih karena gesekan dengan batu ginjal atau adanya infeksi bakteri sehingga mengakibatkan urine yang diproduksi mengandung sel-sel darah merah.

Oligouria

Oligouria merupakan penyakit akibat adanya kerusakan pada ginjal sehingga menyebabkan produksi urine menurun atau urine tidak diproduksi (anuria).

Poliuria

Poliuria merupakan penyakit akibat adanya gangguan proses reabsorbsi di tubulus proksimal sehingga menyebabkan urine yang diproduksi berlebihan.

Gangguan Pada Hati

Gangguan sistem ekskresi manusia yang kedua adalah sistem ekskresi hati. Berikut ini akan dipaparkan beberapa gangguan dan kelainan pada ekskresi hati.

Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan gangguan pada hati yang ditandai dengan banyaknya jaringan ikat pada hati.

Sirosis hati dapat terjadi karena virus hapatitis B dan C yang berkelanjutan, konsumsi alkohol berlebihan, salah gizi, atau penyakit lain yang menyebabkan tersumbatnya saluran empedu.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit sirosis hati, antara lain perut membesar, mata kuning, berak darah, serta koma hepatikum.

Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada sel-sel hati akibat infeksi virus. Pada umumnya penderita hepatitis A dan E dapat disembuhkan, sebaliknya Hepatitis B dan C dapat menjadi kronis.

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV)yang dapat menular melalui makanan, air dan peralatan yang terkontaminasi HAV. 

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV) yang dapat menular melalui darah. Virus hepatitis C dan D disebabkan oleh virus yang belum diketahui secara pasti.

Hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B sehingga kondisi ini dapat memperparah keadaan penderita.

Penyakit Kuning

Penyakit kuning merupakan penyakit yang disebabkan karena tersumbatnya saluran empedu sehingga mengakibatnya penumpukan kolesterol dan membentuk batu empedu.

Feses penderita akan berwarna coklat abu-abu, sedangkan darahnya kekuningan karena cairan empedu masuk ke aliran darah.

Kolestasis dan Jaundice

Kolestasis dan jaundice merupakan penyakit yang disebabkan karena kegagalan hati dalam memproduksi dan atau pengeluaran empedu.

Kolestasis dapat mengakibatkan kegagalan penyerapan lemak dan vitamin-vitamin, seperti vitamin A, D, E dan K oleh usus.

Kolestasis ini merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya kolesterol di hati dan terjadinya penumpukan bilirubin serta asam empedu.

Hemokromatosis

Hemokromatosis merupakan kelainan metabolisme yang menyebabkan terjadinya pengendapan besi secara berlebihan dalam jaringan. Penyakit hemokromatosis bersifat genetik atau keturunan. 

Perlemakan Hati

Perlemakan hati merupakan kelainan hati yang disebabkan karena penimbunan lemak yang lebih 5% dari berat hati, sehingga lemak ini membebani lebih dari separuh jaringan hati. 

Perlemakan hati dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan berpotensi menyebabkan sirosis hati. 

Kanker Hati

Kanker hati merupakan kelainan hati yang disebabkan oleh berkembangnya sel kanker pada jaringan hati.

Kanker hati sebagai komplikasi akhir dari hepatitis kronis karena virus hepatitis B, C dan hemokromatosis.

Gangguan pada Kulit

Gangguan sistem ekskresi manusia yang ketiga adalah sistem ekskresi kulit. Gangguan dan kelainan pada sistem ekskresi kulit diantaranya sebagai berikut.

Eksim atau Dermatitis

Eksim atau dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh alergi, stress bawaan, ataupun kontak dengan penyebab iritasi. Contoh eksim adalah panu dan kurap. 

Panu merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan kulit berwarna putih dan gatal-gatal bersisik. Kurap merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan kulit berwarna kemerahan dan gatal gatal bersisik. 

Panu dan kurap disebabkan oleh jamur yang biasanya tumbuh di daerah lipatan- lipatan kulit yang lembab. 

Jerawat

Jerawat merupakan gangguan pada kulit akibat adanya penyumbatan dan peradangan kelenjar minyak, sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan kotoran dan kulit mati di bagian wajah leher atau punggung. 

Ringworm

Ringworm merupakan gangguan yang berbentuk bekas melingkar di kulit akibat adanya infeksi jamur. Ringworm dapat menginfeksi kuku dan kulit kepala.

Biduran

Biduran merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan gatal-gatal dan bengkak-bengkak dengan bentuk yang tidak teratur. Biduran dapat disebabkan karena alergi terhadap udara dingin, bahan kimia, makanan, atau obat-obatan.

Biang Keringat

Biangkeringat merupakan gangguan pada kulit berupa bintik-bintik kemerahan yang disertai rasa gatal akibat adanya penyumbatan kelenjar keringat oleh sel-sel mati sehingga keringat tidak dapat diekskresikan secara sempurna. 

Kudis atau Skabies

Kudis atau skabies (seven years itch) merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh parasit insekta sarcoptes scabies sehingga mengganggu sistem ekskresi kulit.

Kusta

Kusta merupakan gangguan pada kulit berupa benjolan-benjolan kecil berwarna ungu atau merah muda pada kulit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae.

Gejalanya terdapat benjolan yang tersebar secara berkelompok, penyebarannya bisa sampai ke hidung hingga mata serta menyebabkan pendarahan. 

Kaki Atlet

Kaki atlet merupakan gangguan yang terjadi pada bagian kulit kaki akibat adanya infeksi jamur. Jamur penyebab kaki atlet dapat tumbuh karena kondisi yang lembab dan berkeringat pada kaki.

Pencegahan penyakit kaki atlet adalah dengan menjaga kaki dalam keadaan tidak lembab dan segera melepaskan sepatu atau kaus kaki setelah beraktivitas. 

Pruvitus Kutanea

Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala rasa gatal yang disebabkan oleh iritasi saraf sensorik perifer. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh kencing manis, penyakit hati dan gangguan kelenjar tiroid. 

Impetigo

Impetigo merupakan penyakit kulit berupa bintik-bintik berisi nanah di bagian wajah dan tangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini terjadi pada anak-anak terutama pada mereka yang kekurangan gizi.

Psoriasis

Psoriasis merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan kulit berwarna kemerahan dan bersisik. Psoriasis dapat terjadi pada kulit kepala, sikut, lutut atau punggung. 

Kanker Kulit 

Kanker kulit merupakan penyakit kulit karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal pada jaringan kulit. Kanker kulit dapat disebabkan karena radiasi sinar matahari yang berlebihan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Gangguan sistem ekskresi manusia: Ginjal, Hati dan Kulit, semoga ada manfaatnya.

Sumber: modul pengayaan Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII

Baca Juga: