Materi Ekonomi Kelas XI: Ketenagakerjaan Dan Pengangguran

Posted on

Materi Ekonomi Kelas XI: Ketenagakerjaan Dan Pengangguran – Pada kesempatan kali ini edmodo.co.id akan membahas pelajaran Kelas XI tentang Ketenagakerjaan Dan Pengangguran. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang Mengatasi Masalah Ekonomi dengan Sistem Ekonomi.

Mari kita simak penjelasan lengkapnya tentang Ketenagakerjaan Dan Pengangguran berikut ini.

Pengertian Kesempatan Kerja

Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang tidak dapat ditinggalkan dalam setiap proses produksi. Tidak ada satupun barang dan jasa yang dapat dihasilkan tanpa keikutsertaan faktor produksi tenaga kerja ini. Untuk bidang Ketenagakerjaan Dan Pengangguran tidak dapat dipisahkan.

Sumber alam, modal dan kewiraswastaan dapat ditinggalkan dalam menghasilkan suatu barang dan jasa, sedangkan tenaga kerja tidak. Misalnya, untuk mengambil hasil hutan, faktor-faktor lain boleh tidak ada, tetapi tenaga kerja tetap diperlukan.

Ikan di sungai, danau dan laut memerlukan tenaga manusia untuk mengambilnya. Barang-barang yang dapat dihasilkan dengan tenaga robot sekalipun juga memerlukan tenaga manusia untuk mengoperasikan robot tersebut.

Tenaga kerja adalah sebagian penduduk yang mempunyai tugas ikut serta dalam suatu proses produksi. Pengetahuan tenaga kerja memiliki arti penting dalam struktur perekonomian. Makin besar tenaga kerja yang digunakan semakin besar juga sumbangannya pada produksi nasional. Jadi, apa sebenarnya pengertian kesempatan kerja itu?

Kesempatan kerja merupakan dua kata yang memiliki satu kesatuan makna. Istilah ini merupakan terjemahan kata employment dalam bahasa Inggris. Kata employment berasal dari kata kerja to employ yang berarti penggunaan dalam suatu proses kegiatan atau usaha memberikan pekerjaan untuk sumber penghidupan.

Secara lebih luas kesempatan kerja adalah kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya berupa tenaga kerja dalam proses produksi barang atau jasa agar memperoleh penghasilan.

Kesempatan kerja harus dibedakan dengan lapangan kerja atau peluang kerja. Adapun lapangan kerja atau peluang kerja adalah kesempatan pekerjaan yang dapat disediakan bagi tenaga kerja.

Hubungan antara Jumlah Penduduk, Angkatan Kerja, Kesempatan Kerja dan Pengangguran

Jumlah penduduk yang besar merupakan sumber daya potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga kerja bagi proses produksi.

Secara singkat, angkatan kerja adalah bagian dari penduduk yang mampu dan bersedia melakukan pekerjaan. Mampu dalam hal ini menunjukkan tiga hal, yaitu.

  1. Mampu secara fisik, berarti cukup umur dan kuat jasmani.
  2. Mampu secara mental, berarti sehat mentalnya.
  3. Dan juga mampu secara yuridis, berarti tidak sedang kehilangan kebebasannya untuk melakukan pekerjaan, misalnya sedang menjalani hukuman.

Sumber tenaga kerja Indonesia dihitung dari penduduk yang telah berusia 15 tahun ke atas. Mereka yang berusia 15 tahun ke atas ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja adalah mereka yang berusia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja atau berusaha mencari pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.

Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berusia 15 tahun ke atas yang kegiatannya hanya buat sekolah, mengurus rumah tangga, dan sebaginya serta tidak melakukan kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam kategori bekerja atau mencari pekerjaan.

Makin besar jumlah penduduk akan makin besar pula jumlah angkatan kerjanya. Besarnya angkatan kerja menunjukkan jumlah faktor tenaga kerja yang siap membantu berlangsungnya proses produksi.

Konsep yang biasanya digunakan sebagai salah satu cara untuk melihat kemajuan suatu negara disebut dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Apa sebenarnya TPAK?

TPAK adalah persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Jadi, sebenarnya TPAK ini sama dengan angkatan kerja itu sendiri.

Cara menghitung TPAK menggunakan rumus berikut.

Angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan karena baru diberhentikan dari pekerjaan atau memang belum memperoleh pekerjaan disebut pengangguran.

Jadi, pengangguran adalah sebagian angkatan kerja yang sedang tidak mempunyai pekerjaan.

Jenis dan Sebab Terjadinya Pengangguran

Apa penyebab terjadinya pengangguran? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dibedakan lebih dahulu bentuk pengangguran.

Ada beberapa bentuk pengangguran, yaitu pengangguran struktural, siklikal, friksional, pengangguran terbuka (under unemployment), dan pengangguran tidak kentara.

Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural terjadi apabila terdapat ketidak sesuaian antara jenis pekerjaan yang diminta dan jenis pekerjaan yang ditawarkan.

Penyebab terjadinya pengangguran ini adalah tidak cocoknya keterampilan atau kemampuan yang dimiliki tenaga kerja dengan yang diminta oleh lapangan kerja.

Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal terjadi apabila permintaan total akan tenaga kerja terganggu sehingga jumlah permintaan jauh dibawah penawaran tenaga kerja. Penyebab pengangguran ini adalah merosotnya perekonomian, misalnya dalam masa resesi (kondisi menurunnya kegiatan ekonomi secara umum).

Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional terjadi karena perpindahan orang-orang dari suatu daerah ke daerah lain atau dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain. Penyebabnya ialah adanya perubahan siklus kehidupan manusia.

Misalnya, waktu muda seseorang menyukai jenis pekerjaan yang penuh tantangan, kemudian setelah semakin tua ingin pindah ke jenis pekerjaan lain yang tidak begitu besar resikonya.

Waktu muda banyak orang senang berdagang, setelah usia senja ingin menikmati hidup di desa sambil bertani.

Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka (open unemployment) disebut juga penganggur nyata. Pengangguran ini terjadi apabila tenaga kerja (dengan waktu kerja penuh) yang benar-benar diperlukan dalam suatu pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan tenaga kerja yang tersedia.

Jenis pengangguran terbuka antara lain sebagai berikut.

a. Pengangguran kronis
Pengangguran kronis terjadi kalau misalnya ada puncak kegiatan musim tanam terdapat 150 yang siap bekerja.

Namun kegiatan puncak ini hanya memerlukan tenaga kerja sebanyak 120 orang, sehingga terdapat kelebihan tenaga kerja sebanyak 30 orang. Mereka ini yang disebut pengangguran kronis.

b. Pengangguran Musiman
Mereka yang terserap sebanyak 120 orang ini pun hanya dapat dipekerjakan pada musim tanam sebagai puncak kegiatan pertanian sawah. Di luar itu sebagian besar dari mereka terpaksa menganggur. pengangguran semacam itu biasa disebut pengangguran musiman.

Penyebab dari kedua jenis pengangguran ini tidak lain adalah kurangnya kesempatan kerja. Hal ini disebabkan sempitnya lapangan kerja dibandingkan dengan tenaga kerja yang tersedia.

Pengangguran Tidak Kentara

Pengangguran tidak kentara (disebut juga pengangguran tersembunyi). Pengangguran ini terjadi, misalnya dalam suatu pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan 10 orang terpaksa dilakukan oleh 15 orang.

Semua orang turut bekerja, namun seandainya 5 orang ditarik keluar hasil pekerjaan tidak berkurang.

Jadi, sesungguhnya di antara 15 orang itu tersembunyi 5 orang pengangguran. Mereka inilah yang disebut pengangguran tersembunyi.

Dampak Pengangguran terhadap Pembangunan Nasional

Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional setiap negara, baik negara maju maupun negara berkembang pengangguran merupakan contoh permasalahan yang dapat mengganggu pembangunan.

Pengangguran berdampak buruk bagi laju pembangunan ekonomi, antara lain sebagai berikut.

Penurunan Tingkat Produktivitas

Pengangguran berdampak langsung pada kegiatan produksi nasional. Para penganggur mempunyai produktivitas (kemampuan menghasilkan baran /jasa) mendekati nol.

Oleh karena itu, makin banyak pengangguran, produktivitas nasional dari tenaga kerja ikut menurun. Rendahnya produktivitas nasional mengakibatkan sumbangan terhadap produksi nasional atas barang dan jasa juga rendah.

Penurunan Penerimaan Negara

Sumber penerimaan negara dari sektor non migas yang cukup besar berasal dari pajak. Pajak dipungut atas perorangan dan badan usaha.

Apabila penghasilan yang diterima masyarakat rendah serta jumlah barang dan jasa yang dihasilkan badan usaha rendah sebagai akibat tingginya pengangguran akan mengakibatkan penerimaan negara dari sektor pajak juga rendah.

Distribusi Pendapatan Nasional Kurang Merata

Makin tinggi tingkat pengangguran akan menyebabkan makin tidak meratanya pembagian pendapatan nasional. Akibat lebih lanjut adalah makin tajamnya kesenjangan sosial.

Dalam pengertian ini karena sebagian besar pendapatan hanya dinikmati oleh sekelompok masyarakat golongan atas/kaya. Sedangkan sebagian kecil dari pendapatan nasional dinikmati oleh sebagian besar masyarakat golongan bawah/miskin

Biaya Sosial

Biaya sosial yang biasanya ditanggung masyarakat dengan pengangguran yang tinggi berkaitan dengan angka kejahatan.

Biaya sosial yang ditanggung pemerintah berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan pada beberapa waktu yang lalu saat Indonesia mengalami krisis ekonomi terjadi ledakan angka pengangguran.

Cara Mengatasi Pengangguran

Masalah pengangguran dapat diatasi dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:

  1. Penciptaan lapangan kerja langsung
  2. Pengembangan sektor industri
  3. Pengembangan sektor informal
  4. Kebijakan pendukung

Cara Meningkatkan Kualitas Tenaga kerja

Usaha peningkatan kualitas kerja mempunyai dua manfaat, yaitu :

  1. Dapat meningkatkan produktivitas kerja.
  2. Dapat mempersiapkan tenaga kerja agar memiliki kecakapan yang sesuai dengan kerja sehingga dapat menghindari terjadinya pengangguran struktural.

Sasaran usaha peningkatan kualitas tenaga kerja adalah tersedianya tenaga kerja yang berkualitas.

Cara-cara peningkatan ini dapat dilakukan sebelum tenaga kerja memasuki lapangan kerja (preservice training), dan sesudah berada di dalam dunia kerja yang disebut pendidikan atau latihan selama bekerja (inservice training).

Sistem Pengupahan

Gaji atau upah tersebut merupakan kompensasi atau balas jasa atas pengorbanan yang telah diberikan.

Pengertian gaji mengacu pada kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya secara periodik. Adapun upah mengacu pada kompensasi yang diberikan kepada pekerja harian dan borongan yang besarnya telah disepakati kedua belah pihak.

Sistem pengupahan yang biasanya digunakan antara lain sebagai berikut; sistem upah prestasi, sistem upah borongan, sistem upah indeks biaya hidup, sistem upah bagi hasil, sistem upah menurut waktu, sistem upah bonus, dan sistem upah skala berubah.

Nah! demikianlah penjelasan Materi Ekonomi Kelas XI tentang Ketenagakerjaan Dan Pengangguran. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :