Nutrisi Makanan Pada Sistem Pencernaan Manusia

Posted on

Nutrisi Makanan Pada Sistem Pencernaan Manusia – Halo… sahabat-sahabat semua, pada artikel kali ini kita akan membahas materi sistem pencernaan manusia. Dalam materi sistem pencernaan manusia dibagi menjadi 3 pokok sub bahasan, yaitu Nutrisi Makanan, Proses Pencernaan dan Gangguan Pencernaan. Sistem pencernaan manusia tentunya akan sangat berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Untuk itu, pertama kali kita akan membahas tentang nutrisi makanan.

Kebutuhan makanan seseorang tergantung pada banyak hal, salah satunya adalah perkembangan sistem pencernaanya. Sistem pencernaan pada bayi belum berkembang sempurna sehingga makanan yang dimakan pun masih makanan yang sederhana dan mudah dicerna. Makanan yang dikonsumsi seseorang sangat mempengaruhi kesehatan tubuhnya.

Bagaimanakah pengaruh makanan pada kesehatan tubuh? Sahabat-sahabat semua mari kita simak bersama materi sistem pencernaan manusia pada sub pokok bahasan Nutrisi Makanan. Pada akhir artikel nanti terdapat rangkuman keseluruhan sistem pencernaan manusia.

Nutrisi Makanan

Terdapat berbagai komponen dalam makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Komponen-komponen itu disebut zat gizi yang melakukan fungsi penting dalam tubuh kita. Makanan diperlukan dalam jumlah tertentu, jika zat makanan tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan berkembangnya penyakit defisiensi.

Fungsi Makanan

Makanan mengandung substansi esensial yang disebut zat gizi. Berdasarkan fungsi zat gizi dalam tubuh, makanan dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu makanan penghasil energi, makanan pembangun tubuh, dan makanan pelindung.

A. Makanan Penghasil Energi

Karbohidrat dan Lemak merupakan makanan penghasil energi paling utama bagi tubuh. Karbohidrat tersedia dengan mudah dan merupakan sumber energi yang tidak mahal. Lemak bertindak sebagai simpanan energi darurat dalam tubuh dan digunakan ketika makanan yang kaya akan karbohidrat tidak tersedia karena kelaparan. Lemak menyediakan lebih banyak energi daripada karbohidrat dan protein.

B. Makanan Pembangun Tubuh

Protein merupakan makanan pembangun tubuh atau makanan yang mendorong pertumbuhan. Protein digunakan untuk membangun otot com kulit volume darah komandan tulang pipih protein memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan memakan memberikan perlindungan dari infeksi dedek protein juga dapat bertindak sebagai sumber energi jika energi diperlukan tubuh tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak.

C. Makanan Pelindung

Vitamin dan mineral disebut makanan pelindung, karena jika tubuh kekurangan zat tersebut dapat menyebabkan penyakit tertentu (penyakit defisiensi). Vitamin dan mineral bukan merupakan sumber energi utama tetapi berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, misalnya berperan dalam pelepasan energi sel, melindungi dari penyakit, dan berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot serta untuk transmisi impuls saraf.

Komponen Zat Gizi

Komponen zat gizi pada makanan adalah air, serat, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

A. Air

Air merupakan komponen utama cairan tubuh yang meliputi sekitar 70% dari berat badan kita. Air penting untuk berbagai kegiatan metabolisme, misalnya sebagai alat transportasi substansi dalam tubuh, berperan penting untuk pencernaan dan penyerapan makanan, untuk ekskresi produk sisa dari tubuh serta membantu dalam pengaturan suhu tubuh melalui berkeringat (perspirasi).

B. Serat

Serat merupakan komponen penting pada makanan dan merupakan bagian dari zat makanan yang tidak dapat dicerna. Contoh serat adalah selulosa pada buah-buahan dan sayuran serta jaringan ikat padat daging dan ikan. selulosa pada serat membantu untuk menyimpan air sehingga dapat membantu proses pencernaan dan gerakan buang air besar. Tidak adanya serat akan menyebabkan konstipasi.

C. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan substansi penghasil energi dan sumber energi utama untuk tubuh kita. secara kimia karbohidrat merupakan hidrokarbon yang tersusun dari tiga elemen yaitu karbon, hidrogen dan oksigen. sumber utama karbohidrat pada menu makanan adalah adalah serat sereal (gandum, nasi), akar-akaran dan umbi-umbian (kentang, ubi jalar), gula tebu, gula merah, madu, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga.

D. Protein

Seperti halnya karbohidrat protein merupakan komponen organik selain karbon hidrogen dan oksigen protein juga mengandung elemen lain seperti nitrogen sulfur dan fosfor protein tidak dapat larut dalam air. blok pembangun dasar protein adalah unit yang mengandung nitrogen, disebut asam amino yang terbentuk pada pencernaan.

Protein pada makhluk hidup terbentuk dari 20 jenis asam amino. Dari 20 jenis asam amino sekitar 8 asam amino tidak dapat dibuat oleh tubuh (asam amino esensial). Sedangkan yang lainnya dapat dibuat oleh tubuh (asam amino non-esensial). Asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh harus diperoleh melalui makanan.

E. Lemak

Lemak tersusun dari gliserol dan asam lemak. Tiap molekul lemak mengandung 3 molekul asam lemak dan satu molekul gliserol. Pada umumnya istilah lemak berarti lemak dan minyak. Keduanya tidak dapat larut dalam air dan licin ketika disentuh. Lemak umumnya berbentuk padat pada suhu 20 derajat celcius sedangkan minyak berbentuk cairan.

Sumber lemak antara lain berbagai bentuk minyak, susu, yogurt, keju, almond, kacang tanah, kelapa, telur dan daging.

Fungsi lemak adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan sumber energi terkonsentrasi (pekat) yang menjadikan energi 2 kali lebih banyak dibandingkan karbohidrat atau protein.
  2. Disimpan di bawah kulit tubuh yang bertindak sebagai insulator dan menjaga tubuh agar tetap hangat.
  3. Membentuk bantalan pelindung di sekitar organ vital seperti bola mata, ginjal, ovarium dan jantung.
  4. Bertindak sebagai pengangkut vitamin yang larut dalam lemak di dalam tubuh.

F. Vitamin

Vitamin bukan merupakan zat penghasil energi ataupun pembangun tubuh, tetapi penting untuk mengkatalisis reaksi biokimia dan menjaga kesehatan tubuh. Vitamin membantu dalam pelepasan energi dari karbohidrat dan lemak. Vitamin merupakan senyawa organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Defisiensi vitamin dalam jangka panjang akan menyebabkan berbagai penyakit berdasarkan kelarutannya.

Vitamin dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B kompleks dan vitamin C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Kecuali untuk vitamin D dan K yang dapat disintesis oleh tubuh, semua vitamin lainnya harus disediakan oleh makanan.

Tabel Berbagai Vitamin, Sumber dan Kebutuhan Harian (sumber: Biologi, 2012)

G. Mineral

Mineral merupakan zat organic. Mineral tidak memiliki nilai energi dan diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Ada 29 elemen mineral dalam tubuh yang penting untuk fungsi kesehatan tubuh kita.

Tabel Mineral, Fungsi, Sumber dan Kebutuhan Harian (sumber: Biologi, 2012)

Menu Makanan Sehat Seimbang

Menu makanan adalah komposisi makanan yang yang kita makan. Menu makanan biasanya mengandung semua nutrisi dalam jumlah yang bervariasi, akan tetapi menu makanan harus mengandung semua nutrisi esensial dalam jumlah yang benar dan cukup untuk menjaga kesehatan. Menu makanan yang mengandung semua zat gizi dengan jumlah tepat disebut menu makanan seimbang.

Menu makanan seimbang berhubungan dengan usia, jenis kelamin dan berat badan, kesehatan, dan pekerjaan. Dalam membuat menu makanan seimbang prinsip-prinsip berikut harus diingat.

  1. Yang pertama kebutuhan harian akan protein harus 15 – 20 persen dari kebutuhan energi harian.
  2. Kebutuhan lemak harian harus dibatasi hingga 20 – 30 persen dari kebutuhan energi harian.
  3. Karbohidrat yang kaya akan serat alami harus tercukupi.
  4. Kebutuhan akan vitamin akan mineral harus terpenuhi.

Kebutuhan gizi makanan setiap orang berbeda-beda. Keadaan gizi seseorang dapat diketahui dari indeks massa tubuhnya (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Nilai perhitungan IMT mencerminkan keadaan gizinya, apakah sudah mencukupi, kurang ataukah berlebihan. Nilai yang diperoleh dengan menggunakan rumus berikut.

IMT=BB/TB)^2

Keterangan:
BB = berat badan
TB = tinggi badan

Teknologi Pengolahan dan Keamanan Pangan

Teknologi pengolahan dan keamanan pangan manusia berbeda dengan hewan dalam memenuhi kebutuhan Makanannya. Tidak seperti manusia, hewan memakan makanannya langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Teknologi pengolahan makanan merupakan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk dikonsumsi.

Teknologi pengolahan makanan dapat dilakukan di rumah atau oleh industri pengolahan makanan. Teknologi pengolahan makanan bertujuan untuk mendapatkan makanan baru dengan hasil yang lebih baik, baik itu kandungan zat gizi, rasa bentuk ataupun daya simpannya. Dalam penerapan teknologi pengolahan pangan haruslah tidak terlepas dari keamanan pangan itu sendiri terhadap tubuh dan sistem pencernaan. Berikut beberapa teknologi dalam pengolahan bahan pangan.

A. Pengawetan Makanan

Pengawetan makanan merupakan suati cara yang sering digunakan untuk membuat makanan yang akan memiliki daya simpan yang sangat lama serta mempertahankan sifat fisik dan biokimia. Ada dua cara dalam mengawetkan makanan yaitu secara fisik dan biokimia.

Pengawetan makanan secara fisik antara lain pemanasan, pendinginan, pembekuan, pengasapan, pengalengan, pengentalan, pengeringan, pembuatan tepung dan dengan melakukan radiasi. Pengawetan makanan secara biokimia secara umum dapat ditempuh dengan penambahan bahan kimia, pengasinan, pemanisan dan pemberian bahan pengawet. Gula dan garam merupakan bahan pengawet tradisional yang tidak berbahaya seperti pada ikan asin, telur asin dan sirup.

B. Penambahan Enzim

Penambahan Enzim seperti papain dan bromelin merupakan pengolahan makanan yang bertujuan mengubah tekstur dan rasa makanan menjadi lebih baik.

C. Fermentasi

Fermentasi makanan dapat mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida dengan menggunakan ragi, bakteri dan fungi. Contoh fermentasi pada makanan yaitu fermentasi jus, anggur menjadi minuman anggur, fermentasi gandum menjadi bir dan fermentasi ketan menjadi tape.

D. Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh atau memperlambat pertumbuhan mikroba merugikan pada makanan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir. Beberapa produk yang dapat di pasteurisasi adalah susu, anggur, bir, jus buah, madu, telur serta minuman dan makanan kaleng.

E. Emulsifikasi

Air dan minyak selamanya tidak akan bisa menyatu jika kita hendak mencampurkan keduanya, maka kita membutuhkan bahan pengemulsi. Cobalah perhatikan susu! Mengapa air dan lemak di dalam susu murni dapat menyatu? Keduanya bisa bersatu karena terdapat bahan pengemulsi (emulsifier) alamiah, berupa protein yang menjembatani antara keduanya. Selain cara alami, emulsifier dapat dibuat secara buatan atau sintesis.

Demikianlah sobat artikel tentang Nutrisi Makanan Pada Sistem Pencernaan Manusia. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Baca Juga :