Zakat, Infak dan Sedekah

Posted on

Zakat, Infak dan Sedekah – Islam mengajarkan kita untuk saling berbagi kepada sesama, kelebihan harta atau kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT.  Beberapa atau sebagian harta perlu diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Tindakan terpuji ini akan mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan menutup kemungkinan terjadinya jurang pemisah dan perselisihan antara si kaya dan si miskin di tengah masyarakat. Karenanya, Islam mengajarkan zakat, infaq dan sedekah.

Menjelang Idul Fitri, kita melihat orang-orang datang ke masjid untuk menyetorkan beras atau uang tunai kepada petugas mengumpulkan zakat fitrah.

Pada hari-hari lain ada orang yang bersedekah kepada orang-orang yang mengemis atau memberi sejumlah uang untuk membangun masjid dan lain-lain.

Uang atau barang yang diberikan dalam contoh di atas terkadang disebut sebagai zakat, sumbangan, atau sedekah. Untuk lebih jelasnya, yuk! Simak penjelasannya di bawah ini!

Zakat-Infak-dan Sedekah

Zakat

Zakat dalam bahasa Arab artinya berkah, tumbuh, bersih, dan baik. Sebagai istilah dalam fiqih, zakat adalah harta tertentu yang wajib diserahkan kepada orang yang berhak untuk menerimanya menurut ketentuan-ketentuan tertentu.

Zakat

Para ulama sepakat, hukum mengeluarkan zakat adalah wajib. Kewajiban ini sama posisinya dengan kewajiban-kewajiban lain seperti sholat, puasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibdah haji ke Baitullah. Hal itu karena semua kewajiban-kewajiban tersebut merupakan Rukun Islam.

Rasulullah SAW. bersabda:
Artinya: “Islam diberikan atas lima perkara, yaitu: “syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari, 1/8; Muslim, 1/16)

Zakat terbagi menjadi dua bagian yaitu: zakat fitrah dan zakat harta (zakat mal).

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim, baik anak-anak atau dewasa merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan, sebelum menunaikan sholat sunah Idul fitri.

Hukum zakat fitrah adalah wajib. Karena wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, zakat ini disebut juga zakat jiwa. Kewajiban itu didasarkan atas hadis sebagai berikut:

“Rasulullah SAW. mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan satu sha’ (2,176 kg) kurma atau gandum. Dikenakan kepada budak, orang merdeka, laki-laki perempuan, anak kecil, dan orang dewasa dari umat Islam. (Rasulullah) memerintahkan agar mengeluarkannya sebelum mereka keluar untuk melaksanakan sholat (Idul Fitri).”(HR. Bukhari, 2/1432; Muslim, 2/984).

Ketentuan Zakat Fitrah

Barang yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah adalah bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat setempat, seperti: beras, gandum, atau kurma.

Untuk umat Islam Imdonesia, barang yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah adalah beras. Jumlahnya adalah 1 sha’, yakni 2,176 kg. atau dibulatkan 2,5 kg. atau 3,5 liter.

Menurut Mazhab Hanafi, zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk uang tunai seharga barang makanan poko tersebut. Jika harga beras perkilo Rp. 10.000,00 zakat fitrahnya berarti Rp. 25.000,00

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Kapan waktu zakat fitrah dikeluarkan? ada dua waktu yaitu, waktu wajib dan waktu diperbolehkan.

Waktu wajib: Pada saat matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan sholat idul fitri. Jika dikeluarkan setelah selesai melaksanakan sholat Id, zakat fitrahnya menjadi tidak sah. Barang atau uang yang dikeluarkan hukumnya seperti sedekah biasa

Waktu dioerbolehkan: Diperbolehkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sejak awal bulan Ramadhan hingga akhir bulan. Waktu yang umum dilakukan di masyarakat adalah beberapa hari menjelang hari idul fitri.

Penerima Zakat Fitrah

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah diutamakan orang-orang fakir miskin.

Hikmah Zakat Fitrah

  • Membersihkan diri orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak bermanfaat dan kotor.
  • Memberikan kebahagian kepada orang-orang yang tidak mampu pada hari raya idul fitri.

Zakat Harta (Mal)

Pengertian Zakat Harta (Mal) – Harta dalam bahasa Arab adalah mal. Oleh karena itu, zakat harta atau zakat mal memiliki makna yang sama, yaitu mengeluarkan sejumlah tertentu dari jenis harta tertentu kepada orang lain dari golongan (asnat) tertentu.

Zakat harta hukumnya wajib, jika telah memenuhi syarat dan ketentuannya, baik dari segi jenis maupun kadarnya. Kewajiban itu didasarkan atas firman Allah:

Artinya: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan demikian zakat itu kamu akan memberisihkan dan mensucikan mereka.”(At-Taubah [9]:103)

Harta yang Wajib Dizakati

Di antara harta kekayaan yang wajib dizakatkan adalah sebagaimana yang dijelaskan pada tabel di bwah ini.

Tabel Zakat

Catatan:

  • Nisab artinya jumlah tertentu dari suatu jenis harta kekayaan yang membuatnya wajib dizakati.
  • Haul artinya genap setahun. Namun, disini beratı batas waktu yang membuat harta telah mencapai nisab dan wajib dizakati.
  • Rikaz artinya harta emas atau perak yang terpendam dalam tanah selama bertahun-tahun dan tidak diketahui lagi siapa pemiliknya.
  • Zakat Profesi artinya zakat yang harus dikeluarkan dari penghasilan suatu pekerjaan seperti pegawai negeri atau swasta.
  • Zakat Investasi dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Contohnya: bangunan atau kendaraan yang disewakan.

Penerima Zakat Harta (Mustahik Zakat)

Zakat harta harus dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (mustahik zakat).

Mereka terdiri dari 8 kelompok (ashnaf), yaitu: fakir, miskin, amil zakat (pengurus zakat), mualaf (orang yang dapat diajak untuk masuk Islam atau baru masuk Islam), orang yang bermaksud membebaskan hamba sahaya, orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah SWT. dan orang yang sedang dalam perjalanan.

Hikmah Zakat

Hikmah zakat di antaranya sebagai berikut: 

  • Zakat dapat menyucikan jiwa dan membersihkannya dari sikap kikir dan hanya mementingkan didri sendiri;
  • Menumbuhkan dan mendatangkan keberkahan harta;
  • Menentramkan jiwa;
  • Zakat dapat menolong orang lemah;
  • Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. atas nikmat-nikmat-Nya;
  • Mempererat tali persaudaraan;
  • Mendidik rasa kasih sayang terhadap fakir miskin; dan
  • Membiasakan berinfak di jalan Allah SWT. 

Infak dan Sedekah

Berinfak merupakan bentuk kepedulian kepada sesama manusia. Allah SWT. telah memerintahkan agar kita saling membantu dalam melakukan kebaikan dan ketakwaan, serta melarang untuk saling membantu dalam melakukan dosa dan permusuhan. Firman Allah:

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Al-Maidah [5]:2)

Pengertian Serta Hukum Infak

Infak adalah mengeluarkan harta yang halal dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Berdasarkan hukumnya, infak dibagi ke dalam dua macam:

Infak wajib, yaitu memberikan harta kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya. Misalnya, seorang ayah sebagai kepala keluarga wajib memberikan nafkah kepada anak dan istrinya. Nafkahnya itu disebut infak wajib.

Infak sunah (dianjurkan), yaitu memberikan harta kepada orang lain yang membutuhkan infak bisa diberikan kepada perorangan yang membutuhkan seperti kepada anak yatim, serta fakir dan miskin, bisa juga diberikan kepada pihak lain yang bukan perorangan, seperti panitia pembangunan masjid atau madrasah dan lain-lain.

Pengertian dan Hukum Sedekah

Sedekah memiliki arti yang umum dan khusus. Sedekah secara umum artinya memberikan suatu kebaikan baik dalam bentuk harta, ucapan, perbuatan atau sikap kepada orang lain, dengan semata-mata mengharapkan rida Allah SWT. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

“Segala bentuk kebajikan adalah sedekah (HR. Bukhari, 5/56/75; Muslim, 2/1005).

Dalam arti khusus sedekah merupakan kebaikan yang diberikan kepada orang lain dalam bentuk harta. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

Sedekah tidak akan mengurangi harta”. (Muslim, 4/2588).

Artinya, harta yang disedekahkan meskipun secara lahir mengurangi jumlah kekayaan, tetapi harta itu hakikatnya tidak berkurang. Karena seseorang yang bersedekah.

Allah SWT. akan menambah keberkahan harta atau menambah jumlah rezekinya. Sedekah dalam pengertian seperti tersebut di atas hukumnya adalah sunah.

Hikmah Infak dan Sedekah

  1. Orang yang bersedekah dimudahkan untuk masuk ke dalam surga dan terhindar dari api neraka.
  2. Dipanggil untuk masuk surga dari pintu sedekah.
  3. Dihapuskan dosa dan dilipatgandakan pahala di sisi Allah SWT.
  4. Dengan bersedekah mendapatkan perlindungan Allah pada hari kiamat.
  5. Ditambah banyak/berkah rezekinya.
  6. Dilembutkan hatinya.

Adab Infak dan Sedekah

  1. Ikhlas melakukannya semata-mata karena Allah SWT.
  2. Berinfak dengan harta yang halal dan baik.
  3. Tidak bersikap merendahkan orang yang menerima zakat.
  4. Sedekah dikeluarkan setelah menunaikan tanggungan yang wajib.
  5. Mendahulukan keluarga, saudara, tetangga dekat, dan seterusnya.

Demikian penjelasan materi Pendidikan Agama Islam tentang Zakat, Infak dan Sedekah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: