Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

Posted on

Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya – Dalam posting kali ini kita membahasa contoh-contoh cerita pendek dan unsur-unsur insrinsiknya. Cerpen singkatan dari Cerita Pendeik. Pembahasan kali ini meliputi: definisi, istilah, karakteristik, jenis, langkah dan kerangka kerja. Simaklah penjelasan berikut ini dengan seksama.

Pengertian cerita pendek

Cerpen adalah jenis sastra modern yang menceritakan kisah tentang karakter yang terkait dengan konflik yang disajikan dalam tulisan pendek yang ceritanya berfokus hanya pada satu topik. Sebuah cerita pendek mengandung unsur-unsur eksternal, yaitu nilai-nilai dalam cerita, latar belakang kehidupan penulis dan situasi sosial di mana cerita itu dibuat.

Selain itu, cerpen dapat diartikan sebagai karya sastra dalam bentuk prosa dan bersifat fiksi. Ia bercerita / mengilustrasikan sebuah cerita yang karakternya sebentar mengalami, disertai dengan berbagai konflik, dan ada solusi atau solusi untuk masalah yang dihadapi.

Cerita pendek memberikan kesal tunggal atau fokus pada satu tokoh, memiliki kurang dari 10.000 kata dan ada klimaks (masalah utama) dan solusinya. Cerpen biasanya pendek, dan langsung pada tujuannya.

Menurut para ahli Andri Wicaksono, cerita pendek adalah cerita fiksi dalam bentuk prosa pendek dan pendek, unsur tindakan yang berfokus pada satu topik.

Sedangkan menurut Drs. Joko Untoro, sebuah cerita pendek adalah esai berbentuk esai yang terbatas untuk membahas salah satu elemen fiksi dalam aspek terkecil.

Syarat Penulisan Cerpen

Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus dipertimbangkan penulis ketika menulis cerita pendek, antara lain:

  • Isi cerita pendek harus solid dan jelas
  • Hindari kata-kata yang tidak ekonomis
  • Perhatikan aspek kedalaman saat menulis
  • Sangat penting untuk menjelaskan dengan jelas karakterisasi karakter baru.

Ciri-ciri Cerpen

Berikut adalah beberapa Ciri-ciri Cerpen:

  • Cerpen biasanya fiksi.
  • Masalah yang dimiliki masing-masing karakter selalu terkait dengan karakter utama.
  • Jumlah kata dalam cerita pendek, kurang dari 10.000 kata.
  • Alur penulisan dalam cerita pendek lurus dan tunggal.
  • Hanya perlu beberapa menit hingga beberapa jam untuk membaca cerita pendek.
  • Cerita pendek tidak menceritakan seluruh kehidupan karakter terkait.
  • Selesai membaca dalam satu sesi.
  • Hanya memiliki 1 alur (alur tunggal).
  • Isi cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami pembaca.
  • Singkatan (lebih pendek dari novel).
  • Karakterisasi dalam cerpen sangat sederhana.
  • Rekam beberapa peristiwa dalam hidup.
  • Kesan dan berita sangat mendalam.

Jenis-Jenis Cerpen

Berdasarkan jenisnya, cerita pendek dapat dibagi menjadi tiga bagian:

  • Cerpen, cerpen yang biasanya terdiri dari 700 hingga 1.000 kata.
  • Cerpen yang ideal adalah cerpen dengan panjang 3000 hingga 4000 kata.
  • Sedangkan cerpen yang bagus adalah cerpen yang membentang dari 4.000 hingga 10.000 kata.

Sementara berdasarkan alirannya, cerita pendek dapat dibagi menjadi:

  • Realisme, adalah cerita pendek dengan aliran ini menceritakan tentang peristiwa yang menggambarkan situasi nyata.
  • Impresionisme, adalah cerita pendek dengan genre ini adalah cerita oleh penulis berdasarkan apa yang dilihatnya terlebih dahulu.
  • Naturalisme, mirip dengan realisme: Penpen Flow biasanya menceritakan kisah para pengikut yang tidak percaya pada Tuhan.
  • Neonaturalisme adalah kombinasi dari realisme dan naturalisme.
  • Idealisme adalah aliran romantis yang mendasarkan cita-citanya hanya pada cita-cita penulis atau gagasan penulis.
  • Romansa adalah cerita pendek dengan alur yang mengutamakan perasaan.
  • Surrealisme adalah cerita pendek di mana alirannya ini bercerita tentang fantasi atau mimpi.

Struktur Cerpen

Ada 6 elemen yang membangun teks cerita pendek sehingga lengkap. 6 struktur cerita pendek berikut ini

  1. Abstrak: Deskripsi pertama dari cerita yang akan diceritakan adalah opsional.
  2. Orientasi: Mengacu pada waktu, suasana, lokasi dalam cerita pendek.
  3. Komplikasi: konsekuensi dari peristiwa yang terhubung oleh sebab dan akibat. Karakter dan karakter biasanya terlihat dalam struktur ini.
  4. Penilaian: Konflik yang muncul dan memuncak dan membawa solusi untuk konflik.
  5. Solusi: Penulis menunjukkan solusi untuk masalah karakter dalam cerita pendek.
  6. Koda: Nilai atau pelajaran yang bisa ditarik pembaca dari teks cerita pendek.

Langkah-langkah untuk membuat cerita pendek

Berikut ini beberapa langkah untuk membuat cerita pendek:

  • Yang pertama tentukan topik yang menarik.
  • Kemduian tentukan grup target.
  • Menentukan karakter cerita.
  • Memilih konflik dan penyelesaiannya.
  • Tentukan judulnya.

Kerangka Pada Penulisan Cerpen

Berikut ini adalah beberapa kerangka kerja cerita pendek, termasuk:

  1. Observasi, fase observasi adalah langkah pertama dalam menulis cerita pendek, yang dilakukan secara langsung dengan mengamati objek-objek peristiwa sehari-hari.
  2. Tentukan judul dan subjek cerpen. Pada fase kedua, judul dan topik didefinisikan, yang dibuat di cepen.
  3. Tentukan latar belakang cerpen. Langkah selanjutnya adalah menentukan latar belakang cerita pendek yang mengikuti jalannya topik yang dipilih oleh penulis.
  4. Identifikasi karakter. Dalam sebuah cerita pendek, karakter sangat penting untuk menulis cerita.
  5. Menciptakan Konflik Dalam cerita pendek, penulis harus membuat banyak alur cerita yang terjadi dalam suatu konflik sehingga ceritanya tidak monoton.
  6. Untuk menentukan perspektif, penulis harus menggunakan perspektif untuk mewakili latar belakang, karakter, dan peristiwa dalam cerita pendek
  7. Tentukan tindakannya. Dalam sebuah cerita pendek, plot diperlukan untuk menulis cerita.

Fungsi sastra dalam cerpen

Mengenai cerpen, ada fungsi sastra yang terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  • Relaksasi fungsional: membawa sukacita dan menghibur pembacanya.
  • Aktif: Ia membimbing dan mendidik pembacanya berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalamnya.
  • Estetika: memberi pembaca keindahan.
  • Moralitas: Berisi nilai-nilai moral sehingga pembaca dapat mengenali moral yang baik dan buruk untuk diri mereka sendiri.
  • Religiusitas: Berisi ajaran agama yang dapat menjadi model bagi para pembacanya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik

  • Elemen ekstrinsik adalah elemen yang membentuk cerita pendek dari dalam. Elemen utama adalah:
  • Subjek: ide utama yang menjadi dasar cerita.
  • Aksi / aksi: fase jalannya cerita pendek. Mulai dari pendahuluan, konflik, klimaks, penyelesaian.
  • Pengaturan: pengaturan / lokasi, waktu, suasana yang terlihat seperti cerita pendek.
  • Ilustrasi aktor dalam cerita pendek. Setiap karakter memiliki karakternya sendiri.
  • Karakterisasi: Karakter karakter, yang tercermin dalam perilakunya, sikap, ucapan, pemikiran dan pandangannya tentang sesuatu dalam sejarah.

Ada 2 metode penokohan:
Metode analisis: Jelaskan jenis karakter dalam cerita secara langsung. Misalnya: pemalu, pemalu, pembohong.

Metode dramatis: Jelaskan sifat dari karakter, yang direpresentasikan secara tidak langsung dengan menggambarkan percakapan fisik dan reaksi dari karakter lain.

  • Sudut Pandang: Perspektif yang penulis jelaskan ketika suatu peristiwa terjadi. Perspektifnya:
  • Perspektif orang pertama: Ada aktor utama dan pendukung.
  • Penyebab utama: “Saya” akan menjadi fokus perhatian.
  • Aktor pendukung: “Saya” hanya muncul di cerita pembuka dan penutup.
  • Perspektif orang ketiga: ada pengetahuan dan pengamat.
  • Pengetahuan: Sudut pandang “Dia”, penulis atau narator, tahu segalanya yang ada hubungannya dengan karakter “Dia”.
  • Pengamat: Penulis hanya menjelaskan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikirkan oleh seorang tokoh.
  • Amanat: Pesan moral yang penulis masukkan ke dalam cerita pendek sehingga pembaca dapat menyerap pesan tersebut.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

  • Unsur ekstrinsik adalah elemen yang membentuk cerita pendek dari luar. Adapun unsur ekstrinsik adalah:
  • Latar belakang komunitas: Dapat mempengaruhi penciptaan alur cerita dalam sebuah cerita pendek, misalnya: kondisi politik, ideologis, sosial dan ekonomi masyarakat.
  • Latar Belakang Penulis: Latar belakang penulis meliputi pengertian, faktor, atau motivasi penulis untuk membuat cerita pendek. termasuk:
  • Biografi: kisah hidup penulis. dapat mempengaruhi penciptaan cerita pendek melalui pengalaman pribadi.
  • Kondisi psikologis: termasuk suasana hati dan motivasi. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap apa yang tertulis dalam cerita.
  • Sastra: Mempengaruhi gaya penulisan bahasa yang digunakan oleh penulis.

Demikian pembahasan cerpen kali ini, yang meliputi pembahasan pengertian, ciri-ciri, sifat, tipe, struktur, fungsi, unsur-unsur, langkah dan kondisi kerangka kerja. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.