Jabatan Kalimat Dalam Tata Bahasa Indonesia

Posted on

Para sahabat edmodo.co.id, ketemu lagi dalam materi Bahasa Indonesia. Kali ini kita akan membahas mengenai Jabatan Kalimat dalam Tata Bahasa Indonesia.

Pembahasannya meliputi: penjelasan mengenai jabatan kalimat, ciri-ciri subyek, keterangan subyek, predikat, obyek, keterangan obyek, keterangan dan dibagian akhir terdapat soal latihan.

Yuk! kita simak materi di bava ini.

Jabatan Kalimat

Jabatan Kalimat

Pada umumnya kalimat terdiri atas deretan kata, karena kata merupakan bagian penting dan utama sebagai unsur pembentuk kalimat. Kata ataupun kelompok kata dalam kalimat memiliki fungsi atau jabatan kalimat. 

Ada yang berfungsi sebagai pokok kalimat atau pokok persoalan, berfungsi melengkapi ataupun menjelaskan peristiwanya.

Bagian yang berfungsi sebagai pokok persoalan disebut sebagai pokok kalimat atau subyek (S). Jabatan subyek ini biasa diduduki kata benda atau kata ganti.

Bagian yang berfungsi menerangkan subyek disebut sebutan atau predikat (P). Predikat ini ada dua macam yaitu predikat ferbal dan predikat nominal.

  • Predikat verbal terdapat pada kalimat verbal.predikat ini dibentuk dengan kata kerja.
  • Predikat nominal terddapat pada kalimat nominal. Predikat ini dibentuk dengan kata selain kata kerja, misalnya kata benda, kata sifat dan sebagainya.

Bagian yang berfungsi melengkapi predikat disebut pelengkap atau obyek (O). Jabatan ini diduduki oleh kata benda atau kata ganti.

Bagian yang menjelaskan berlangsungnya peristiwa disebut keterangan yang macamnya keterangan tempat (K Tt), keterangan sebab (K Tb), keterangan syarat (K Sy), keterangan tujuan (K Tn), keterangan keadaan (K Kd), keterangan alat (K At), keterangan waktu (K Wt).

Misalnya : 

Kadang-kadang subyek dan obyek pun diterangkan oleh keterangan subyek dan keterangan obyek.

Ciri-ciri Subyek

Pada jabatan kalimat dalam suatu kelompok kata tentunya harus memiliki subyek. Adapun ciri-ciri dari subyek adalah sebagai berikut:

  1. Berupa jenis kata benda atau kata ganti
Sekolah kita sangat baik.
Kebaikan harus kita jaga.

2. Kebiasaan diikuti kata itu.

Belajar itu penting bagi pelajar.
Peristiwa itu tak dapat kulupakan.

3. Kebiasaanya diikuti kata ganti empunya.

Bukumu akan kupinjam.
Guru kita memang sangat bijaksana.

4. Biasanya diikuti pun.

Itu pun aku mau.
Yang mengirim surat itu teguh.

5. Bagian yang didahului yang.

Yang itu milikku.
Yang mengirim surat itu teguh.

6. Bagian yang menjadi pokok pembicaraan.

Yapti menanti adiknya.
Ali buto dihukum gantung.

Jika dalam kalimat itu subyeknya melakukan perbuatan disebut kalimat aktif dan tindak. Jika subyeknya dikenai perbuatan disebut kalimat pasif atau tanggap.

Ciri-ciri Keterangan Subyek

  1. Terletak dibelakang subyek
  2. Didahului kata yang.
  3. Jika subyek tidak ada dapat berfungsi sebagai subyek

Orang yang duduk diteras itu ayah temanku.

Ciri-ciri Predikat

Selain subyek, di dalam jabatan kalimat tentunya memiliki predikat. Ciri-ciri predikat adalah sebagai berikut:

a. Predikat Nominal

  1. Bagian yang menyatakan keadaan.
  2. Hasil Kerja kita belum sempurna.
  3. Dapat merupakan aspek penanya. Siapa yang akan ikut?
  4. Dapat merupakan jawa ban tak sen-urna dari scatu pertanyaan. Siapa yang akan akut?. ……. aku
  5. Bagian yang dapat didhului kapula. (Kapula adalah kata kerja bantu, seperti: yaitu, adalah, ialah, menjadi dan sebagainya)

b. Predikat Verbal

  • Berjenis kata kerja
  • Menunjukan sauté perbuatan
Karangan ini memberikan nilai kehidupan yang baik.
Kita harus selalu belajar.

Ciri-ciri Obyek

Obyek merupakan bagian dari jabatan kalimat, ciri-ciri obyek adalah sebagai berikut:

  1. Berupa kata benda a tau kata ganti. (Polisi telah menangkap penjahat)
  2. Dapat digeser menjadi subyek dalam kalimat aktif-pasif.
Aktif = Rudi mengambil Bola.
         S              O
Pasif = Bola diambil Rudi
         S            O

Untuk mengehtahui ada tidak adanya obyek terlebih dahulu kita lihat predikatnya. Predikat harus kita kerhja berawalan me- . Sesudah itu barulah kita terapkan ciri – ciri obyek tersebut.

Kalimat yang berobyek disebut kalimat transitif, sedangkan yang tidak berobyek disebut kalimat intransitive atau tak transitif.

Ciri-Ciri Keterangan Obyek

  1. Terletak dibelakang obyek
  2. Didahului kata yang.

Saya belum mengenal orang yang datang bersamamu.

Ciri-ciri Keterangan

Pada jabatan kalimat juga memiliki keterangan, berikut adalah ciri-ciri keterangan:

Keterangan

  1. Tempat : didahului kata depan dan diikuti kata benda yang menunjukan tempat. (Bukumu kusimpan di almari)
  2. Sebab : didahului kata sebab, karena. (Ia tidak mau pulang,  karena takut dimarahi ibu)
  3. Syarat : didahului kata jika, kalau, jikalau. (Saya akan mengampuninya , jika ia mau minta maaf)
  4. Keadaan : diawali kata dengan dan diikuti kata keadaan. (Raharjo menerima hadiah dengan suka cita)
  5. Alat : diawali kata dengan diikuit kata benda. (Affandi melukis dengan cat biasa)
  6. Waktu : didahului kata ketika, tatkala, sejak, waktu, pada waktu, atau kata yang menunjukan waktu. (M. Yusuf berkunjung ke marauke hari ini)
  7. Tujuan : diawali kata untuk, agar, supaya. (Saya harus rajin belajar, agar berhasil naik kelas)

Contoh uraian jabatan kalimat

Latihan Soal

  1. Tiada lagi negara seindah persada Nusantara.
  Tiada lagi pada kaliamt tersebut berjabatan sebagai:
  a. Subyek   b. Predikat  c. Obyek   d. Keterangan

2. Jelaskan perbedaan kaaimal verbal dengan nominal!

3. Uraikan jabatanya, kalimat-kalimct berikut:

  Penduduk Indonesia sangat ramah.
  Hari ini presiden meresmikan proyek yang dibangun rakyat.

Demikianlah penjelasan singlet mengenai Jabatan Kalimat dalam Tata Bahasa Indonesia.